TR

TR

Senin, 30 Maret 2020

Hangat

10 hari yang Hangat
Bersama anak-anak di rumah,
Bersama Ibu
Bersama Kakak
Bersama yang biasa bantu jagain anak di rumah
Bersama Suami

[Hangat]

Satu kata yang saya dapat tuangkan mewakili perasaan saya

Dan saya kembali teringat akan harapan saya di tahun 2020 ini,
Yaitu saya memiliki harapan untuk tidak pulang ke rumah lebih dari jam 19.30
(terkecuali saat berada di luar kota, dan pun harapannya pergi keluar kota (dala 1 bulan hanya menginap maksimal 4 malam)
Seperti itu harapan nya,

Ya sepemestinya saya harus bisa tiba dirumah jam 20.00.
Memohon kepada Allah, dalam hati terdalam dalam bisik lirih akan harapan saya.

Tidak ada yang mengetahui (ya di TR pun baru saya tulis kali ini) akan harapan saya tersebut, melainkan bisikan lirih dan penuh kerendahan hati, penuh permohonan kepada Allah,


"Allah, saya berharap bisa punya waktu yang berkah, yang lebih lama (kalau boleh mah) untuk keluarga, tolong saya ya,, mohonn"

Semula, berpikiran lebih ke "mengerikannya" virus yang saat ini sedang riuh ramai dan memang efek yang luar biasa tersebut.

---aahh rasanya kok ngga karuan, khawatir dan sebagainya :'( , sempat bilang ke suami "kok saya rasanya ada gejala-gejala positif atau gimana ini ya?" suami bilang "yakin sama Allah, yang penting sudah waspada, sudah ikuti aturan pemerintah, sudah menjaga kesehatan, bagaimana biar tubuh kuat, (sambil share ke whatsapp saya- apa saja yang harus dilakukan agar tubuh jg kuat)---


Berjalan waktu 10 hari, dan saya teringat akan harapan saya "lebih banyak waktu bersama keluarga"

Bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan, maafkan saya Allah,,, atas segala ke-alphaan . :'(

Kamis, 26 Maret 2020

Kangen (lagi) 2006

Kalau saja ada yang tanya ke saya
(dari pada ngga ada yang nanya, jadi saya berandai-andai saja jika ada yang bertanya 😁)

"Menurut kamu, dalam sepanjang perjalanan hidup kamu, pada Tahun berapa sih yang paling berkesan?"

Pasti saya akan jawab "Oktober 2006 sd Juli 2007" 

 "Seberkesan itukah??"

Yah iyaaaa 

-----

nanti dilanjutkan lagi (bersambung)

Minggu, 08 Maret 2020

Saat belajar lebih TENANG lagi-

Beberapa hal yang dalam perjalanan kehidupan,
Kalau kita tidak diberikan hal sedemikiannya,
Kita tidak bisa merasa apa sudah oke apa ngga oke 😐
Dan memang hakikatnya kita (saya) pasti tidak akan bisa jadi oke
Karena banyak hal yang masih jauh amat teramat sangat banget kekurangannya

Misal  3 hari terakhir ini (3 hari ini termasuk hari ini terhitung)
Saya sangat-sangat menolak banget rasanya ada pekerjaan yang benar - benar yaaa, duh ampun "Ngga banget"
Udah waktu nya terbatas, belum pengalaman kerjakan juga, dan manapula koordinasinya lintas perusahaan,
Cuman kalau untuk koordinasi Lintas perusahaan ini saya malah bersyukur, karena banyak belajar dari mereka.
Yang bikin ngga banget nya ini "kenapa sih nih tempat saya kerja kok makhluk - makhluk nya ga bisa kayak tim di perusahaan itu"
Ini bikin ngejengkelin banget,
Mereka Sabtu-Minggu masuk, santai-santai aja gitu ya, enjoy ---seru lah gitu lihat nya,
Mereka penuh semangat, saling mendukung, mengisi dan terlihat aura yang positif (sok bisa membaca aura  😏)

Nah Lalu???? Bagaimana dengan kitaaaaaa???

Saya hanya bisa bekerja sendirian sambil meneteskan air mata 😒😒😒
(ini beneran!, masak iya ngetik sama mewek, apa iya seperti saya ini sudah pantas menjadi leader? hadeuuh--- )

kadang memang KOCAK πŸ˜ͺπŸ˜‚


*kayak nya ini antara Judul dan isinya sudah ngga nyambung-

Jumat, 06 Maret 2020

Ketika harus saling menenangkan (diri sendiri)

Saat diskusi dengan teman kerja, yang ada tugas dengan mendadak, dan ngga begitu jelas.
Sudah bawaannya pengen week end

dan beginilah diskusi yang paling pas.

Senin, 02 Maret 2020

Menangkap Senja (kapan?)

Kapan ada waktu lagi menangkap senja
Sendiri saja
Tanpa ada keriuhan kebisingan notifikasi - notifikasi chat, email, dering telepon.

Bising yang melebihi teriakan, suara kendaraan dan keramaian di konser-konser musik
Kebisingan yang bukan memekakkan telinga
Namun, kebisingan yang memecahkan kepala

Tak apalah mungkin memang harus begini.

Dijalani saja,

Kadang semua orang merasa dirinya sudah paling paling paling banyak masalah, paling banyak beban

Ya ternayata memang begitu, semua sama - sama memiliki masalah sebenarnya

Hanya berbeda-beda jenis bentuk nya,

ya sudah yang tenang,

Selasa, 18 Februari 2020

Anak-anak yang romantis

Hari ini memang kondisi kesehatan agak kurang oke
Badan demam, kepala cukup berat dan sebagai macam rupa

Saya ijin ke anak-anak untuk mohon diberi waktu beristirahat lebih awal,

πŸ’¬Anak ke 3 (3tahun) "Mama ngga boleh sakit aaahh (dan dipeluknya saya)"
πŸ’¬Anak ke 2 (5tahun) "Mama boleh istirahat ya, tapi youtube ya youtube"
πŸ’¬Anak ke 1 (11tahun) "Ya sok ma istirahat aja dulu"

Ternyata beraneka macam respon nya,

πŸ’­Dan saya jawab "iya, kalau youtube -ngga ya, maaf", terimakasih ya biba (anak ke 3 saya), mama istirahta dulu ya"

πŸ’¬Anak ke 3 (Habiba) "Ya boleh ma, boleh... nanti kalau mama udah sehat , belikan mainan yang banyak ya"
---hmmm rupanya ada kepentingan πŸ˜’πŸ˜‘

Dan terlelaplah saya tidur kemudian (2jam nampaknya, lepas maghrib sd jam 20.30 saya terbangun)
Saat terbangun kenapa ada sesuatu seperti ada yang menempel di dahi saya

"Tisyu basah......"

Anak ke 3 : "Ma jangan dicopot, biar ngga panas, mama badannya panas itu"
Apa dipikirnya semacam byebye fever ya😷

Dan bersyukur anak ke 2 ternyata dia juga tertidur (aman lah pikir saya)

Anak ke 1 yang biasanya dikamar atas bersama nenek nya, masih setia nunggu mama nya.
Sampai jam 21.30 saya persilahkan untuk segera istirahat dengan nenek nya.

Ya Allah, Alhamdulillah ternyata luar biasa sekali ya diromantisin anak-anak

Dan sekarang saya melek, karena mau lanjutkan pekerjaan, πŸ™‡