TR

TR

Senin, 21 September 2020

Banyak Salah, Hilaf, dan Dosa

Beberapa kali, saya sebenarnya ingin untuk marah-marah atau meluapkan kekesalan secara langsung kesana kemari, yang hal tersebut dikarenakan faktor diluar dari diri saya. 
Dan kemudian,  3 detik berlalu - untuk tersadar "ya sudah tak apa, aku pun banyak salah, hilaf dan dosa"
Kemudian saya terdiam, dan ---yasudah ,baiklah, tak mengapa
Siapalah saya ini juga, 
Berterimakasih untuk berbagai macam hikmah dan perjalanan, 

Rabu, 16 September 2020

Salut dengan yang fokus memikirkan kesejahteraan sesama

Disaat semua mbulet, ruwet dan complicated dengan masalah masing-masing (pribadi - diri sendiri),

Ada seorang atau sekumpulan orang yang fokus untuk memikirkan kesejahteraan sesama, memikirkan untuk lingkungan dan sebagai macam rupa hal baik lainnya.

Kok Bisa yaaaa?????

😭😭😭

Sungguh saya merasa digalaukan dengan kemuliaan hati mereka - mereka.

Galau kenapa yah kok saya belum bisa begitu, 


Jumat, 11 September 2020

Ngatmombilung - Terabaikan


 Tersadar (Tersadar)

Jauh rasa terpendam
Inginkanmu isi hidupku
Mencoba (Mencoba)
Mencairkan hatimu
Yang beku mati rasa (Mati rasa)
Tertanam (Tertanam)
Perasaan paling dalam
Untukmu tak pernah ada
Merasa (Merasa)
Ada yang hilang darimu
Niatmu bukan aku (Bukan aku)
'Ku bukan yang kau inginkan
Terhempas, terabaikan
Lakukanlah sesuka hatimu
Terbata perasaan padamu
'Ku tak akan berharap lagi
Walau rasa ini tak 'kan hilang
Tak terbantahkan sakit yang 'ku rasa
Karena dirimu bukan untukku
Menjauhlah dari ingatanku
Jika itu pilihanmu
'Ku bukan yang kau inginkan
Terhempas, terabaikan

Kamis, 10 September 2020

Sejenak saja. Aku ijin pinjam pendengaranmu :) atau sekedar penglihatanmu untuk membaca cerita kita


Kamu Adalah Lelaki yang pertama kali nya menyatakan perasaan meski "tidak jelas pada saat itu"  dan aku menerima pernyataan rasa dari seorang laki-laki "meski akupun tidak jelas pada saat itu juga"

Memang saat itu, kamu adalah lelaki pertama yang pernah "aku anggap jadian" dengan aku.
Meski, ini tidak jelas juga - kapan kita putusnya. Sampai sekarang tidak ada, unik--- jadian tapi tidak ada putus, tetiba hilang. Tahun 2000, usia 15 saat itu. Hahaha Lucu sekali ya kita!

Apakah kamu ingat--- saat ada acara tour dari Sekolahan?, ya! Betul! ke Jogja saat itu. :) 

Kalau kamu tahu, itu sangat berkesan sekali buat aku, karena disitu aku bisa dekat kamu, tidak ada jarak meja dan kursi kelas yang membatasi kita. Kita bisa bareng-bareng, sampai naik becak bareng dan (Entah kamu masih ingat atau tidak) saat perjalanan pulang Jogja - Bandung, kamu tidak duduk di kursi yang sudah disediakan. Kamu duduk dibawah (tanpa kursi) dan menyandarkan kepala ke arah kanan di sisi kursi tempat aku duduk. Kamu tahu, apa yang ada dihati aku saat itu? "Terimakasih sudah buat aku sebahagia ini!"

Ya, dan kita kemudian tiba di Bandung. Keesokannya saat sudah di Sekolahan, kita kok seperti orang ngga saling kenal ya? Dan kamu tahu apa yang ada didalam hati aku "Kenapa kamu begini, kenapa ngga seperti saat di Jogja, kenapa kamu tidak ada menyapa hangat aku, kenapa kamu cuek-cuek saja, ah sudah lah mungkin rasa kamu ada untuk aku -memang hanya saat itu saja di Jogja, baiklah!"

Dan itu sampai kita selesai kelas 3 SMP dan berpisah tidak satu Sekolahan lagi. 

HILANG ...............................

Aku tidak mencari kamu, karena buat apa! Aku sudah ada terpikir bahwa buat apa aku cari, kamu sendiripun sudah tidak ada rasa ke aku,  ngga guna - meski terselip dihati terdalamku "kamu dimana :') . Tapi, ya sudahlah! kamu juga sudah ngga peduli sama aku"

17 tahun kemudian dari tahun 2000, tahun terakhir kita bertemu. Kamu menghubungi aku melalui nomor whatsapp. Kamu tahu apa yang aku rasakan "Senang, Bahagia :) " Meski tentu kita sudah dengan kehidupan kita masing-masing, 
Kalau kamu tanya, kenapa aku Bahagia? Ya! Tentu. Karena kiranya doa aku terkabulkan, doa aku untuk ingin mengetahui kabar kamu,  Walau akhirnya, kita sudah dalam kehidupan masing - masing.

Kemudian menghilag lagi, itulah kamu :) 

Dan muncul lagi di tahun 2020 ini. Apakah aku Bahagia dengan kemunculan kamu? Ya! Aku bahagia. Kenapa? Karena, kamu adalah bagian dari kisah aku, dan bersyukur aku masih mendapati kabar kamu. Aku ngga tahu bagaimana yang kamu rasakan saat ini dengan respon dari aku saat ini. Kita dengan kehidupan kita masing-masing, sudah bukan 20 tahun lalu, yang mungkin selama 20 tahun itu kita pun tidak tahu selama itu bagaimana. Kamu dengan jalanmu. Aku dengan jalanku. Aku tidak berjodoh dengan kamu, begitupun kamu tidak berjodoh dengan aku. 

Aku ngga paham kenapa kamu blokir aku. Kamu tahu apa yang aku rasakan? Sedih, 😢 . Namun mungkin sudah seperti itu ya semestinya, ngga apa. Mungkin itu buat kamu nyaman dan tenang. Aku juga ikut bahagia jika rasa nyaman dan tenang kamu rasakan, 
Aku berharap kita tetap berteman baik :) 


Senin, 07 September 2020

Ketika sudah ada satu titik "patah"


Titik Patah, 

Dan kemudian, berjalannya waktu - titik patah tertuju dalam langkah perjalanan, 
......, tidak ada niatan untuk menuju titik destinasi "patah"
  

Rasa, mungkin berkurang bisa saja, kemudian terisi kembali dan bangkit kembali, 

Bertambahnya waktu, rasa menuju titik patah, dan terhempas, hilang.


---------------------------------


Yah seperti itulah, akhirnya yang perlu direnungi adalah, nyatanya perlu berupaya untuk sebisa mungkin kita tidak menyakiti sesiapa, apalah lagi  yang sudah sayang banget sama kita.

Bisa jadi malah menjadi-jadi, jadi gimana ya.... begitulah!


Ini bukan hanya ke hubungan sesama kekasih saja, namun hubungan apa saja, :)



Senin, 17 Agustus 2020

Tuangkan Kisah sesuai Masanya

Nyatanya, memang benar - benar menuangkan apa saja yang terjadi sebagaimana masa-nya akan menjadi jejak :)

Masih ada usia, masih ada waktu, masih ada kesempatan, 


Senin, 10 Agustus 2020

Kalian tahu Perbedaan diperlukan dan dimanfaatkan?

Apakah kalian paham perbedaan kata "diperlukan" dan "dimanfaatkan"
Coba ya saya rubah awalan di-an menjadi me-an


memerlukan
memanfaatkan


Saya mau coba lagi deh buat aplikasi kata tersebut dalam kalimat

Ibu memerlukan kursi untuk duduk di teras depan
Ibu memanfaatkan kotak bekas dari palet untuk duduk di teras depan

Kursi tersebut diperlukan Ibu untuk duduk di teras depan
Kotak beks berasal dari palet tersebut dimanfaatkan Ibu untuk duduk di teras depan.

Saya coba rasakan dulu ya itu perbedaan kata diperlukan dan dimanfaatkan,
Kalau memerlukan itu sederajat lebih tinggi rasa nya sih begitu, 
Objek tersebut menjadi lebih tinggi begitu (dibutuhkan banget)

Tapi kalau memanfaatkan itu kayak yang udah deh dari pada gak ada, yang penitng kan fungsi nya sama, ngga lama juga kok ini kebutuhannya, sementara lah!
Beres urusan, ya sudah.


Saya buat dalam kalimat laini lagi coba ya, agar bisa lebih memaknai "rasa" nya bagaimana

Pak Bossno memerlukan Pak Trimo Joyo untuk menyelesaikan permasalahan di Perusahaannya
Pak Bossno memanfaatkan Pak Trimo Joyo untuk menyelesaikan permasalahan di Perusahaannya


Nah gimana, menurut kalian teman-teman?
Berasa ngga ya beda nya apa,???


Jika Teman-teman ada pendapat lebih lanjut, silahkan komen yaaa....
Saya sendiri masih belum paham soalnya perbedaan nya, 


Rabu, 05 Agustus 2020

Terimakasih banyak ya :')

Terimakasih sudah menjadi sahabat, saudara sejatiku
Delapan tahun ini kenal kamu

Apapun 
Bagaimanapun
Kamu yang mengertikan aku 
Kamu --ah gatahulah
Susah ditulis....

Sehat - sehat selalu ya :')
Baik - Baik ya :')
Sabar, yang sabar
Kuat ya, yang kuat 

Tugas kita belum usai,
Entah kedepan masih ditempat lalu, 
atau 
kelak ditempat yang baru, :) 


Kamu tetap sahabat , saudara sejatiku

Rabu, 29 Juli 2020

Ngga usah disimpan di Hati - apalagi paling dalam

Apapun saja, yah biar sajalah
melalu....
berlalu.....
dan begitu...

Ngga usah disimpan di Hati
Apalah pada Hati yang paling dalam

Kayak nya kalau bisa begitu nih ya
Jalani hidup di dunia isinya ;
senyum... senyum... senyum...
Bisa begitu nampak nya

*beda tipis, senyum tenang menikmati apa senyum bablas dadi edan




Selasa, 28 Juli 2020

Kalian Paham Arti "TULUS" ?

Ngga tahu ya 'kata' apa yang tepat buat kalian yang ngga paham suatu keTULUSan

yang hanya melulu mengagungkan 
"Performa diri"

yang masih membutuhkan pujian atasan akan 
"Hasil Kerja"

yang memerlukan arti suatu "Jabatan"

yang merasa hebat, keren, wowoyo nih  gue 
saat merasa memiliki hubungan dekat dengan pejabat, penguasa dan atau setaranya

yang merasa UANG dan yang dipunyai saat ini adalah
"SEGALA" nya

----------------------------------------------------------------
kalian sungguh luar biasa
*tuangan kalimat-kalimat diatas adalah dari saya (tim nyinyir yang menginfluence negatif) yang iri karena tidak memiliki semua itu
(ngga punya uang, ngga dekat dengan pejabat/penguasa dan setaranya, ngga punya performa yang bagus, ngga punya hasil yang dibanggakan) 
hahahahahahhahaa....!!!