TR

TR

Rabu, 21 Oktober 2020

STRUKTUR JEMBATAN

 (Ijin Copas 🙏 - biar saya ngga lupa simpan )

STRUKTUR JEMBATAN

1) Struktur Atas (Superstructures)
Struktur atas jembatan merupakan bagian yang menerima beban langsung yang meliputi berat sendiri, beban mati, beban mati tambahan, beban lalu-lintas kendaraan, gaya rem, beban pejalan kaki, dll.
Struktur atas jembatan umumnya meliputi :
a) Trotoar :
o Sandaran dan tiang sandaran,
o Peninggian trotoar (Kerb),
o Slab lantai trotoar.
b) Slab lantai kendaraan,
c) Gelagar (Girder),
d) Balok diafragma,
e) Ikatan pengaku (ikatan angin, ikatan melintang),
f) Tumpuan (Bearing).
2) Struktur Bawah (Substructures)
Struktur bawah jembatan berfungsi memikul seluruh beban struktur atas dan beban lain yang ditumbulkan oleh tekanan tanah, aliran air dan hanyutan, tumbukan, gesekan pada tumpuan dsb. untuk kemudian disalurkan ke fondasi. Selanjutnya beban-beban tersebut disalurkan oleh fondasi ke tanah dasar.
Struktur bawah jembatan umumnya meliuputi :
a) Pangkal jembatan (Abutment),
o Dinding belakang (Back wall),
o Dinding penahan (Breast wall),
o Dinding sayap (Wing wall),
o Oprit, plat injak (Approach slab)
o Konsol pendek untuk jacking (Corbel),
o Tumpuan (Bearing).
b) Pilar jembatan (Pier),
o Kepala pilar (Pier Head),
o Pilar (Pier), yg berupa dinding, kolom, atau portal,
o Konsol pendek untuk jacking (Corbel),
o Tumpuan (Bearing).
3) Fondasi
Fondasi jembatan berfungsi meneruskan seluruh beban jembatan ke tanah dasar. Berdasarkan sistimnya, fondasi abutment atau pier jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam jenis, antara lain :
a) Fondasi telapak (spread footing)
b) Fondasi sumuran (caisson)
c) Fondasi tiang (pile foundation)
o Tiang pancang kayu (Log Pile),
o Tiang pancang baja (Steel Pile),
o Tiang pancang beton (Reinforced Concrete Pile),
o Tiang pancang beton prategang pracetak
 (Precast Prestressed Concrete Pile),
o Tiang beton cetak di tempat (Concrete Cast in Place),
o Tiang pancang komposit (Compossite Pile),





Referensi :

Renungan tentang otak (otak saya)

Saya coba mengamati otak saya ini, #halaahhh, dari sisi saya yang sama sekali bukan ahli nya untuk membahas ini, hahahhahaa--- Tapi saya lagi pengen tulis aja , bebas ya, boleh yaa 👀😘

Jadi sebenarnya ada beberapa jenis "pikiran" di Otak (ni Otak saya yang kadang-kadang suka kadang-kadang)

  • Pikiran di Otak terkait dengan hal yang bersifat "rutinitas" (Cicilan Utang -keuangan, masuk ke rutinitas, hahahahaa)
  • Pikiran di Otak terkait dengan masalah-masalah yang bersifat "kejut" - yah yang sukaa addaa aja apa gitu, lagi adem-adem "jeder" mengehntak dan berucap "adaaa aja ya," 😌
  • dan ada juga yang difungsikan untuk mengolah hal-hal yang bukan rutinitas, dan bukan hal kejut juga, tapi lebih semacam "simulasi-simulasi, pemisalan, jika, plan, harapan-harapan, pengetahuan2 baru, mengulang pengetahuan2 lama yang sudah mulai terlupakan" ini bisa perihal pekerjaan 👷, bisnis/usaha , relationship 💓, juga knowledge apa saja lah gitu ya yang bisa kita bagi ke sesama.
Memang ya, perlu sering difungsikan dengan berbagai macam rupa, jangan nganggur-nganggur banget gitu.
Atau "mengandalakan penuh pada otak dan gerakan orang lain" . 
Bagi saya, ini bisa berefek, malas yang tak berkesudahan. Bahkan beberapa yang sudah kita biasanya bisa, jadi aduuh mau ngerjain juga males banget, saking ngeremehinnya-jadi malah ngga manfaat akhirnya, karena otak ini ga mau gerak karena merasa remeh.

Yah segini dulu deh curhatan saya soal Otak, 😂😂

Senin, 19 Oktober 2020

Menepi


Tenang,_ Menepi,_ Melepas lelah  sejenak saat senja 

Bengkulu, 17 Oktober 2020

Senin, 12 Oktober 2020

Hayalan Hari ini

Hayalan hari ini - ngga banget!!

Perlu ngga sih menurut kalian, berkhayalan yang udah jelas gak akan terjadi?

Ha Ha Ha

ya tenang aja sih, aku juga ga berhayal yang terus berkelanjutan, bukan - bukan yang begitu.

Kenapa ngga mungkin terjadi?

Mau tahu apa yang dihayalkan? ya sesuatu  yang sudah berlalu, seperti...

"waktu lampau, jika ..... dst"

--kadang buat hiburan diri aja, wakakakkakkkkakkk

asal tetap terkendali 


 

Jumat, 02 Oktober 2020

Menghargai dengan Tulus suatu Perbedaan

 Tidak banyak sekitar ini yang dapat menghargai dengan tulus suatu perbedaan,

Lalu bagaimana dengan Aku?

Belum dapat juga!!!

:')

Salut buat kalian 

yang dengan besar hati dan penuh ketulusan untuk menghargai Perbedaan.

Senin, 28 September 2020

Kala Sendirian itu Menambah Energi


 Senang banget kali ini, sendirian aja disini.

Saya yang aneh? atau gimanalah (-_-), berasa sendirian itu  menambah energi. 

Seperti itu juga tidak, dengan kamu?

Tentu belum tentu juga sama yang dengan saya, hhe!!. Kemudian saya berpikir ya, betapa orang itu beraneka rupa macam ragam. 

Ugghhhh kenapaa kadang saya hanya berpikiran bahwa apa yang saya jalani, lakukan, pola pikir saya dsb ini yang seolah-olah sudah oke. Tuh kan sombong ammatt kann. Parah ya,?!

Jangan - jangan saya sudah kena gangguan psikologis?

Wahahahhahaa!!! kacau juga. Sebegitunyakah.....

Nampaknya ini memang saya harus mengurangi tingkat kesibukan yang tiada tara nya ini, dan juga berbagai hal pikiran berat. Namun, bukankah kita sebaiknya harus menghadapi itu semua ya, yang mana artinya segala beban - beban itu menjadikan kita lebih terasah, lebih kinclong (kayak batu akik katanya gitu ya). Atau mungkin dibuat skala prioritas atas segala kesibukan - kesibukan dan beban-beban tekanan itu? 

Bicara perihal skala prioritas ya, kalau tidak direnungkan semua akan menjadi prioritas, padahal ngga juga sih ya seharusnya bisa tetap dibuat, mana yang penting banget, mana yang penting - mana yang agak penting, mana yang tidak begitu penting, dst. Walau secara keseluruhan itu semua penting.

Ternyata memang tidak mudah ya :')





Senin, 21 September 2020

Banyak Salah, Hilaf, dan Dosa

Beberapa kali, saya sebenarnya ingin untuk marah-marah atau meluapkan kekesalan secara langsung kesana kemari, yang hal tersebut dikarenakan faktor diluar dari diri saya. 
Dan kemudian,  3 detik berlalu - untuk tersadar "ya sudah tak apa, aku pun banyak salah, hilaf dan dosa"
Kemudian saya terdiam, dan ---yasudah ,baiklah, tak mengapa
Siapalah saya ini juga, 
Berterimakasih untuk berbagai macam hikmah dan perjalanan, 

Rabu, 16 September 2020

Salut dengan yang fokus memikirkan kesejahteraan sesama

Disaat semua mbulet, ruwet dan complicated dengan masalah masing-masing (pribadi - diri sendiri),

Ada seorang atau sekumpulan orang yang fokus untuk memikirkan kesejahteraan sesama, memikirkan untuk lingkungan dan sebagai macam rupa hal baik lainnya.

Kok Bisa yaaaa?????

😭😭😭

Sungguh saya merasa digalaukan dengan kemuliaan hati mereka - mereka.

Galau kenapa yah kok saya belum bisa begitu, 


Jumat, 11 September 2020

Ngatmombilung - Terabaikan


 Tersadar (Tersadar)

Jauh rasa terpendam
Inginkanmu isi hidupku
Mencoba (Mencoba)
Mencairkan hatimu
Yang beku mati rasa (Mati rasa)
Tertanam (Tertanam)
Perasaan paling dalam
Untukmu tak pernah ada
Merasa (Merasa)
Ada yang hilang darimu
Niatmu bukan aku (Bukan aku)
'Ku bukan yang kau inginkan
Terhempas, terabaikan
Lakukanlah sesuka hatimu
Terbata perasaan padamu
'Ku tak akan berharap lagi
Walau rasa ini tak 'kan hilang
Tak terbantahkan sakit yang 'ku rasa
Karena dirimu bukan untukku
Menjauhlah dari ingatanku
Jika itu pilihanmu
'Ku bukan yang kau inginkan
Terhempas, terabaikan

Kamis, 10 September 2020

Sejenak saja. Aku ijin pinjam pendengaranmu :) atau sekedar penglihatanmu untuk membaca cerita kita


Kamu Adalah Lelaki yang pertama kali nya menyatakan perasaan meski "tidak jelas pada saat itu"  dan aku menerima pernyataan rasa dari seorang laki-laki "meski akupun tidak jelas pada saat itu juga"

Memang saat itu, kamu adalah lelaki pertama yang pernah "aku anggap jadian" dengan aku.
Meski, ini tidak jelas juga - kapan kita putusnya. Sampai sekarang tidak ada, unik--- jadian tapi tidak ada putus, tetiba hilang. Tahun 2000, usia 15 saat itu. Hahaha Lucu sekali ya kita!

Apakah kamu ingat--- saat ada acara tour dari Sekolahan?, ya! Betul! ke Jogja saat itu. :) 

Kalau kamu tahu, itu sangat berkesan sekali buat aku, karena disitu aku bisa dekat kamu, tidak ada jarak meja dan kursi kelas yang membatasi kita. Kita bisa bareng-bareng, sampai naik becak bareng dan (Entah kamu masih ingat atau tidak) saat perjalanan pulang Jogja - Bandung, kamu tidak duduk di kursi yang sudah disediakan. Kamu duduk dibawah (tanpa kursi) dan menyandarkan kepala ke arah kanan di sisi kursi tempat aku duduk. Kamu tahu, apa yang ada dihati aku saat itu? "Terimakasih sudah buat aku sebahagia ini!"

Ya, dan kita kemudian tiba di Bandung. Keesokannya saat sudah di Sekolahan, kita kok seperti orang ngga saling kenal ya? Dan kamu tahu apa yang ada didalam hati aku "Kenapa kamu begini, kenapa ngga seperti saat di Jogja, kenapa kamu tidak ada menyapa hangat aku, kenapa kamu cuek-cuek saja, ah sudah lah mungkin rasa kamu ada untuk aku -memang hanya saat itu saja di Jogja, baiklah!"

Dan itu sampai kita selesai kelas 3 SMP dan berpisah tidak satu Sekolahan lagi. 

HILANG ...............................

Aku tidak mencari kamu, karena buat apa! Aku sudah ada terpikir bahwa buat apa aku cari, kamu sendiripun sudah tidak ada rasa ke aku,  ngga guna - meski terselip dihati terdalamku "kamu dimana :') . Tapi, ya sudahlah! kamu juga sudah ngga peduli sama aku"

17 tahun kemudian dari tahun 2000, tahun terakhir kita bertemu. Kamu menghubungi aku melalui nomor whatsapp. Kamu tahu apa yang aku rasakan "Senang, Bahagia :) " Meski tentu kita sudah dengan kehidupan kita masing-masing, 
Kalau kamu tanya, kenapa aku Bahagia? Ya! Tentu. Karena kiranya doa aku terkabulkan, doa aku untuk ingin mengetahui kabar kamu,  Walau akhirnya, kita sudah dalam kehidupan masing - masing.

Kemudian menghilag lagi, itulah kamu :) 

Dan muncul lagi di tahun 2020 ini. Apakah aku Bahagia dengan kemunculan kamu? Ya! Aku bahagia. Kenapa? Karena, kamu adalah bagian dari kisah aku, dan bersyukur aku masih mendapati kabar kamu. Aku ngga tahu bagaimana yang kamu rasakan saat ini dengan respon dari aku saat ini. Kita dengan kehidupan kita masing-masing, sudah bukan 20 tahun lalu, yang mungkin selama 20 tahun itu kita pun tidak tahu selama itu bagaimana. Kamu dengan jalanmu. Aku dengan jalanku. Aku tidak berjodoh dengan kamu, begitupun kamu tidak berjodoh dengan aku. 

Aku ngga paham kenapa kamu blokir aku. Kamu tahu apa yang aku rasakan? Sedih, 😢 . Namun mungkin sudah seperti itu ya semestinya, ngga apa. Mungkin itu buat kamu nyaman dan tenang. Aku juga ikut bahagia jika rasa nyaman dan tenang kamu rasakan, 
Aku berharap kita tetap berteman baik :)