TR

TR

Senin, 12 November 2018

kepala senut2

Saya sakit kepala akhir-akhir ini
Banyak unek yang belum dapat tertuangkan.
Tertuangkan aja belum, apalagi terupayakan untuk terealisasi ya, hhhohohoo

Saya belum mendapatkan eam yang benar2 pas,
Duh apa saya nya yg ribet ya

Kamis, 25 Oktober 2018

Berjiwa Lapang

Setelah sekian banyak perjalanan,
Banyak menemui karakter orang-orang yang saya kenal.
Dan ternyata sangat sedikit orang yang berjiwa Lapang.

Menyalahkan Orang Lain
Mencari aman untuk diri sendiri
Mengeluh dan mengeluh tanpa introspeksi diri
Berkata tanpa memikirkan perasaan orang lain

Sekalinya saya menemui orang yang berjiwa lapang, saya tidak akan pernah lupakan orang seperti itu dalam hidup saya. Orang berjiwa lapang akan melihat segala permasalahan dari berbagai sisi, sudut pandang. Sangat tidak mudah, karena banyak pemakluman yang harus diolah, namun tetap ada sisi prinsip juga, bukan berarti menjadikan diri tidak berprinsip.

Sayapun belum seperti itu, masih jauh dari berjiwa lapang, masih banyak ego dan emosi dan masih banyak juga mungkin berkata tanpa memikirikan perasaan orang lain.


Senin, 17 September 2018

aku sedang lelah

Allah, aku sedang Lelah,
Aku mohon sekali dari Mu untuk memberikan kekuatan
Allah, aku perlukan rebah,
Perlukan tenang,
Allah, aku minta maaf atas segala nya,
Aku sangat Lemah,
:'(

Kamis, 13 September 2018

Komitmen sederhana

Saya menawarkan makan malam kepada suami jam 20.30

"Mas, mau sekalian makan malam disini? Atau beli disini terus dibungkus aja kalau mas masih kenyang. Nanti dimakan di rumah"

"Ngga, mas masih kenyang. Tadi yang nasi bungkus siang kan baru dimakan pas menjelang  maghrib. nanti saja mas makan lauk apa yang ada di rumah untuk makan malamnya"

----

Jam 21.30 saya kembali menawarkan makan malam, apakah mau makan saat ini atau nanti saja saat sudah merasa lapar.

"Mas mau sekarang disediakan makan nya?"

"Mas belum lapar, nanti saja"

"Baiklah, bilang ya nanti kalau mau makan"

"Iya"

-----
Jam 21.30 s.d 23.00 saling bersenda, saling bercerita dan saya rupanya lebih dulu tertidur.

Kemudian terbangun 00.40, karena ada suara yang membangunkan,

"Sayang, yang... sayang, suaminya lapar yang"

"Oh yaa ..."

(Goreng tahu, goreng telur, panasin sayur soup)

Dan saya hidangkan makan malam nya.

Sabtu, 08 September 2018

Memandang

Hari ini di kota yang tidak seperti hari-hariku biasanya, aku di Surabaya.

Ingin  bercoret renungan tentang  "memandang" sudah cukup lama, namun baru kali ini agak semangat menngetik,

Menurut kamu, bagaimana kamu memandang orang lain pada kesan pertama?

Memandang orang lain semisal dilingkungan kerja, kadang lebih menghormati atasan dan kurang menghormati bawahan.

Hasi bagaimana memandang dapat teraplikasikan ke bagaimana bersikap kepada orang tsb.
Semisal, kepada atasan sangat santun berbicara, tp kepada teman selevel atau bawahan sangat seenaknya.

Biasanya aku sangat mudah menilai temanku ini "gimana sih" orang nya, ya dari bagaimana dia bersikap terhadap orang lain.

Dan contoh sederhana lagi, kadang aku perhatikan bagaimana sikap dia ketika ada orang lain yang memiliki mobil, dan orang lain yang memiliki motor. Ketika bagaimana dia bersikap kepada orang lain yang hanya memiliki sepeda atau sepeda motor, terkadang terlihat sangat berbeda cara "berteman" nya dengan yang memiliki mobil.

Dan ada banyak hal lain yg aku perhatikan, pertemanan dipandang dari hal-hal yang penuh kekonyolan, penuh kepentingan, seketika aku sangat tidak respect.

Disadari apa ngga disadari, selama memandang dengan  penuh "konyol" itu, akan berakibat ngga baik untuk diri.
Hakikatnya pertemanan itu dengan ketulusan. Yah tapi gak tahu apa masih ada di jaman yang katanya kekinian.

Ngga hanya dalam pertemanan. Sempat saya membeli tas di sebuah toko tas besar dan memang harganya rata2 diatas 1 juta sekitar 4 tahun lalu, dan SPG toko tas tsb nanya "mba naik mobil?"
Saya jawab "naik angkot, saya ngga punya mobil, ngga punya motor, rumah juga sy ngontrak :) "
SPG tsb masih saja nanya2 ini itu.

Sungguh memang luar biasa hahahahaaa....

Bagiku, orang yang punya harta melimpah ruah, sedang2 saja, atau ngga punya apa yg lebih, aku ttp sangat menghormati. Justru aku menaruh hormat lebih, karena begitu kuat nya bisa menjalani perjalanan kehidupan dengan penuh keterbatasan, dia tetap berdiri tegap, tetap berjuang terus tanpa henti, tetap optimis, tetap semangat hidup. Keren kan.

Yah sementara gitu dulu, nanti aku lanjut lagi......

Bye 😊

Minggu, 26 Agustus 2018

Ketidak sesuaian dengan harapan,

Ketidak sesuaian dengan harapan,
Mungkin akan menjadikan diri tidak karuan,
Patah semangat,
Sedih,
Berdiam diri, dan merasai "sepertinya kok gini-gini amat"
Teringat kembali (kesekian kalinya)
Dulu ----12 tahun lalu, saat tidak diterima di ekstensi S1 salah satu Universitas "cita-cita" saya dari kecil.,
Kamu tahu gimana perasaan saya?
Malu-
Sakit sekali-
Merasa kacau - parau tak beraturan,
Namun tidak sedih memang saat itu, entah berusaha untuk tidak sedih....

Dulu saat masih jauh belum mengenal arti berserah,
*meski sekarang juga masih belum :')

Ketika semua terjalani, banyak sekali pengalaman dan perjalanan.......

dan nyata nya kehidupan -------seperti ini
Kebahagiaan sesungguhnya;
Kesuksesan yang nyata; bagi saya adalah saat orang-orang disekitar saya tidak merasa tersakiti oleh saya, kehati-hatian menjaga hati orang lain, dan seberapa nilai diri saya bisa menjadi manfaat untuk sekitar,
Apapun itu profesi nya,
Pengusaha, karyawan, penyanyi, aktor, presenter , petani, buruh tani, dan pengangguran sekalipun...., ya apapun itu peran diri dalam kehidupan- seberapa bisa kita memenuhi hak orang lain, tidak menyakiti, dan senantiasa memberikan manfaat kepada sesama.


Harus banyak terus belajar, memahami dan memaknai semoga lebih bisa menjadi diri yg tidak menyakiti, minimal begitu saja. :')




Memohon Pertolongan dan Kasih Sayang Nya

Malu sungguh masih memohon 
Dengan segala banyak khilaf, keliru diri dan segala banyak ketidak setiaan kepada Nya.

Ya namun kepada siapa lagi harus memohon jika bukan kepada-Mu ya Allah.

Berupaya tidak menyandarkan diri dan harap kepada Manusia,
Berserah.....
Yakin, seperti apapun nantinya semoga itu adalah yang Ter-Baik.

Selasa, 07 Agustus 2018

Ngga Jelas gini

Aku kesal, ngga sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......

Disini tuh beberapa 'ngrasa' sudah paling bijak, paling paham, paling semua nya... yang bagus-bagusnya -komplit.
Seperti ajang / kontes talenta. 

Berkompetisi tanpa merenungi sejauh mana telah berkontribusi 

Mengevaluasi yang jauh, tanpa merenungi yang dekat. 


_ngga suka ya udah_

Senin, 30 Juli 2018

Pada Bukit (ke-4)

Sepi,... tanpa keramaian
Sunyi,... tanpa suara kegaduhan -hanya ada merdu nya angin, berirama dan ini sangat menenangkan,

Duduk dan kemudian merebahkan diri diatas dedaunan pinus yang terjatuh ditanah,
Bau tanah yang selalu aku rindukan disaat aku berada di kota.

Aku enggan pulang dan kembali ,-
Sepertinya selalu kurang waktu untuk dapat sekedar bersama dengan pepohonan, tanah dan hembusan angin.
Dan semakin jatuh cinta dengan apa yang ada dihutan ini ketika senja mulai datang, ia mulai menebarkan segala keromantisannya dibalik pepohonan, oranye yang teduh.


Rabu, 11 April 2018

seperti hampir PATAH


Saya seperti hampir PATAH
Baru hampir memang, perlu dapatkan perkuatannya supaya tidak benar-benar PATAH.
Namun rasa-rasa nya jika bekerjasama dengan seperti ini, lebih baik saya berjalan dengan tidak bersama, walau tujuan saya tetap sama-seperti kemarin sebelumnya. Saya bukan pecundang yang kemudian merubah titik tujuan yang memang sudah diketahui, dan kemudian menjadi pemahaman dan itu bagi saya kemudian menjadi suatu komitmen.
Maafkan saya, jika saya perlukan kesendirian.

Menyendiri tak berarti melulu memikirkan diri sendiri dan kemudian tidak memikirkan banyak hal diluar dari diri sendiri. 

Saya sangat perlu waktu sendiri beberapa hari kedepan, berharap semoga mendapatkan perkuatan terhadap yang hampir PATAH ini.