TR

TR

Kamis, 26 November 2020

HITAM




Ini Kopi

Tanpa Gula

Hitam, 

Pahit

Sama dengan pahit nya rasa semalaman tadi hingga sore ini 

Disyukuri :)

Dan menjadi Manis

----ajaib----


Euhm... Mejing 😌😊

Rabu, 25 November 2020

Berteduh

 Berteduh


Aku suka hujan
Tapi kenapa aku meneduh,

Jika suka, kenapa tak diterima saja
Hujan-hujanan 🌧⛈🌧

Aku suka bau tanah yang terkena hujan
Namun, Kenapa tak kulepas alas kakiku
Dan biar ia menyentuh tanah basah

Ini malah ke-engganan sepatuku terkena tanah basah,
Jalan berjinjit-jinjit
Dan terburu-buru
Dimana pembuktian yang katanya suka bau tanah basah?

Terkadang apa yang disuka malah ngga beneran disamperin
Karena ngga semua yang disuka juga akan menjadikan baik

Seperti aku suka kamu
Tapi aku gak samperin kamu
😌😁

KataTR
TuangkanRenung

-----------

Kamis, 05 November 2020

Pengen banget bisa buat tulisan menjadi BUKU cerita FIKSI

 😭 Pengen banget bisa buat tulisan menjadi sebuah buku [cerita FIKSI]


Ya Allah pengen banget itu cita-cita, ,impian aku 😭

Mohon yaa boleh ya dikabulkan....ya... Mohon,,,,aku mohon,


Terimakasih ya, Allah terimakasih ya

Begitu Tipis dan Ringkih

Apa kamu tahu, bagaimana  selaput rasa yang ada pada pasangan kamu?

Atau mungkin pada diri kamu sendiri ?


Aku menyebutnya selaput rasa, karena memang sangat rentan - tipis tapi tebal (😕 nah tuh yang bagaimana ? :) )

Jadi secara kasat mata, itu nyaris tipis, namun ada yang rentan robek, ada yang elastis dan kuat-kuat saja.

Selaput rasa bisa berasa seperti apa "saat pasangan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan (perihal apapun itu)"

Bagaimana selaput rasa kita menahan itu?
Akan berbahaya bila nyatanya tipis dan rentan, maka akan robek selaput rasa itu dengan mudah nya. Dan kemudian menumbuhkan lagi selaput rasa yang lain, 

:) sebahaya itu ya


Rabu, 04 November 2020

Aku Hanyalah Tangis Diantara Tawamu Dan Dirinya - Ngatmombilung (lagi)


Aku suka lirik ini

Bukan karena terwakili atau tercurhatkan tentang hati aku dari lirik ini, bukan....

Hanya ini bener banget -- khususnya pada bait pertama (aku highlight ya):

Sampai akhirnya aku tahu
Dalam hatimu bukan lagi untukku
Dan berlalu
Kau bukan yang dulu

----jadi nih ya mau jungkir balik kayak gimana juga sih ya, nangis sampai mata belekan --- dan mewek sampai bibir pecah-pecah, sampai sesek napas, dan udha lah sampai kayak gimana juga, kalau hati nya bukan lagi buat pasangannya (pasangan sah atau gak sah lah ya bebas -boleh) ya ga akan juga itu pasangannya akan menaruh perhatian tulus, peduli, sayang dan lain lainnya.

satu pertanyaan bisa dilemparin tuh ke dia 

"Mohon dengan ketulusan hati, dan sesungguhnya "apakah hati terdalam kamu, itu adalah aku?" "

kalau jawabannya 

- diam

- mikir

- hm....

- yaa, sebenarnya..... aku tuuuh...

- ya, hanyaaa...?.. hm... gini... $^#*)@&^_+}|


dan sebagainya, semacamnya..... jawaban nggantung, jelas itu intinya "NGGA!, BUKAN BUAT KAMU HATINYA!"


Terus gimana?,

"ya udah sih, stop ngarep!, bedoa saja yang terbaik dan terus memperbaiki diri, berkarya dan lebih semangat terus agar menjadi banyak manfaat sebagai manusia, senengin diri sendiri, sayang ama diri sendiri, REALISTIS :) "

------

 Aku Hanyalah Tangis Diantara Tawamu Dan Dirinya

NGATMOMBILUNG
Sampai akhirnya aku tahu
Dalam hatimu bukan lagi untukku
Dan berlalu
Kau bukan yang dulu
Kau beri semua alasan
'Tak mampu dirimu bertahan
Dan akhirnya
Kau pilih dirinya
Aku hanyalah tangis di antara tawamu dan dirinya
Sendiri 'ku mencoba melupakanmu
Sampai hati 'tak berbalas
Hingga rayu dirinya meluluhkanmu
Untuk apa aku disini
Sampai akhirnya aku tahu
Dalam hatimu bukan lagi untukku
Dan berlalu
Kau bukan yang dulu
Kau beri semua alasan
'Tak mampu dirimu
Sumber: Musixmatch