TR

TR

Senin, 28 September 2020

Kala Sendirian itu Menambah Energi


 Senang banget kali ini, sendirian aja disini.

Saya yang aneh? atau gimanalah (-_-), berasa sendirian itu  menambah energi. 

Seperti itu juga tidak, dengan kamu?

Tentu belum tentu juga sama yang dengan saya, hhe!!. Kemudian saya berpikir ya, betapa orang itu beraneka rupa macam ragam. 

Ugghhhh kenapaa kadang saya hanya berpikiran bahwa apa yang saya jalani, lakukan, pola pikir saya dsb ini yang seolah-olah sudah oke. Tuh kan sombong ammatt kann. Parah ya,?!

Jangan - jangan saya sudah kena gangguan psikologis?

Wahahahhahaa!!! kacau juga. Sebegitunyakah.....

Nampaknya ini memang saya harus mengurangi tingkat kesibukan yang tiada tara nya ini, dan juga berbagai hal pikiran berat. Namun, bukankah kita sebaiknya harus menghadapi itu semua ya, yang mana artinya segala beban - beban itu menjadikan kita lebih terasah, lebih kinclong (kayak batu akik katanya gitu ya). Atau mungkin dibuat skala prioritas atas segala kesibukan - kesibukan dan beban-beban tekanan itu? 

Bicara perihal skala prioritas ya, kalau tidak direnungkan semua akan menjadi prioritas, padahal ngga juga sih ya seharusnya bisa tetap dibuat, mana yang penting banget, mana yang penting - mana yang agak penting, mana yang tidak begitu penting, dst. Walau secara keseluruhan itu semua penting.

Ternyata memang tidak mudah ya :')





Senin, 21 September 2020

Banyak Salah, Hilaf, dan Dosa

Beberapa kali, saya sebenarnya ingin untuk marah-marah atau meluapkan kekesalan secara langsung kesana kemari, yang hal tersebut dikarenakan faktor diluar dari diri saya. 
Dan kemudian,  3 detik berlalu - untuk tersadar "ya sudah tak apa, aku pun banyak salah, hilaf dan dosa"
Kemudian saya terdiam, dan ---yasudah ,baiklah, tak mengapa
Siapalah saya ini juga, 
Berterimakasih untuk berbagai macam hikmah dan perjalanan, 

Rabu, 16 September 2020

Salut dengan yang fokus memikirkan kesejahteraan sesama

Disaat semua mbulet, ruwet dan complicated dengan masalah masing-masing (pribadi - diri sendiri),

Ada seorang atau sekumpulan orang yang fokus untuk memikirkan kesejahteraan sesama, memikirkan untuk lingkungan dan sebagai macam rupa hal baik lainnya.

Kok Bisa yaaaa?????

😭😭😭

Sungguh saya merasa digalaukan dengan kemuliaan hati mereka - mereka.

Galau kenapa yah kok saya belum bisa begitu, 


Jumat, 11 September 2020

Ngatmombilung - Terabaikan


 Tersadar (Tersadar)

Jauh rasa terpendam
Inginkanmu isi hidupku
Mencoba (Mencoba)
Mencairkan hatimu
Yang beku mati rasa (Mati rasa)
Tertanam (Tertanam)
Perasaan paling dalam
Untukmu tak pernah ada
Merasa (Merasa)
Ada yang hilang darimu
Niatmu bukan aku (Bukan aku)
'Ku bukan yang kau inginkan
Terhempas, terabaikan
Lakukanlah sesuka hatimu
Terbata perasaan padamu
'Ku tak akan berharap lagi
Walau rasa ini tak 'kan hilang
Tak terbantahkan sakit yang 'ku rasa
Karena dirimu bukan untukku
Menjauhlah dari ingatanku
Jika itu pilihanmu
'Ku bukan yang kau inginkan
Terhempas, terabaikan

Kamis, 10 September 2020

Sejenak saja. Aku ijin pinjam pendengaranmu :) atau sekedar penglihatanmu untuk membaca cerita kita


Kamu Adalah Lelaki yang pertama kali nya menyatakan perasaan meski "tidak jelas pada saat itu"  dan aku menerima pernyataan rasa dari seorang laki-laki "meski akupun tidak jelas pada saat itu juga"

Memang saat itu, kamu adalah lelaki pertama yang pernah "aku anggap jadian" dengan aku.
Meski, ini tidak jelas juga - kapan kita putusnya. Sampai sekarang tidak ada, unik--- jadian tapi tidak ada putus, tetiba hilang. Tahun 2000, usia 15 saat itu. Hahaha Lucu sekali ya kita!

Apakah kamu ingat--- saat ada acara tour dari Sekolahan?, ya! Betul! ke Jogja saat itu. :) 

Kalau kamu tahu, itu sangat berkesan sekali buat aku, karena disitu aku bisa dekat kamu, tidak ada jarak meja dan kursi kelas yang membatasi kita. Kita bisa bareng-bareng, sampai naik becak bareng dan (Entah kamu masih ingat atau tidak) saat perjalanan pulang Jogja - Bandung, kamu tidak duduk di kursi yang sudah disediakan. Kamu duduk dibawah (tanpa kursi) dan menyandarkan kepala ke arah kanan di sisi kursi tempat aku duduk. Kamu tahu, apa yang ada dihati aku saat itu? "Terimakasih sudah buat aku sebahagia ini!"

Ya, dan kita kemudian tiba di Bandung. Keesokannya saat sudah di Sekolahan, kita kok seperti orang ngga saling kenal ya? Dan kamu tahu apa yang ada didalam hati aku "Kenapa kamu begini, kenapa ngga seperti saat di Jogja, kenapa kamu tidak ada menyapa hangat aku, kenapa kamu cuek-cuek saja, ah sudah lah mungkin rasa kamu ada untuk aku -memang hanya saat itu saja di Jogja, baiklah!"

Dan itu sampai kita selesai kelas 3 SMP dan berpisah tidak satu Sekolahan lagi. 

HILANG ...............................

Aku tidak mencari kamu, karena buat apa! Aku sudah ada terpikir bahwa buat apa aku cari, kamu sendiripun sudah tidak ada rasa ke aku,  ngga guna - meski terselip dihati terdalamku "kamu dimana :') . Tapi, ya sudahlah! kamu juga sudah ngga peduli sama aku"

17 tahun kemudian dari tahun 2000, tahun terakhir kita bertemu. Kamu menghubungi aku melalui nomor whatsapp. Kamu tahu apa yang aku rasakan "Senang, Bahagia :) " Meski tentu kita sudah dengan kehidupan kita masing-masing, 
Kalau kamu tanya, kenapa aku Bahagia? Ya! Tentu. Karena kiranya doa aku terkabulkan, doa aku untuk ingin mengetahui kabar kamu,  Walau akhirnya, kita sudah dalam kehidupan masing - masing.

Kemudian menghilag lagi, itulah kamu :) 

Dan muncul lagi di tahun 2020 ini. Apakah aku Bahagia dengan kemunculan kamu? Ya! Aku bahagia. Kenapa? Karena, kamu adalah bagian dari kisah aku, dan bersyukur aku masih mendapati kabar kamu. Aku ngga tahu bagaimana yang kamu rasakan saat ini dengan respon dari aku saat ini. Kita dengan kehidupan kita masing-masing, sudah bukan 20 tahun lalu, yang mungkin selama 20 tahun itu kita pun tidak tahu selama itu bagaimana. Kamu dengan jalanmu. Aku dengan jalanku. Aku tidak berjodoh dengan kamu, begitupun kamu tidak berjodoh dengan aku. 

Aku ngga paham kenapa kamu blokir aku. Kamu tahu apa yang aku rasakan? Sedih, 😢 . Namun mungkin sudah seperti itu ya semestinya, ngga apa. Mungkin itu buat kamu nyaman dan tenang. Aku juga ikut bahagia jika rasa nyaman dan tenang kamu rasakan, 
Aku berharap kita tetap berteman baik :) 


Senin, 07 September 2020

Ketika sudah ada satu titik "patah"


Titik Patah, 

Dan kemudian, berjalannya waktu - titik patah tertuju dalam langkah perjalanan, 
......, tidak ada niatan untuk menuju titik destinasi "patah"
  

Rasa, mungkin berkurang bisa saja, kemudian terisi kembali dan bangkit kembali, 

Bertambahnya waktu, rasa menuju titik patah, dan terhempas, hilang.


---------------------------------


Yah seperti itulah, akhirnya yang perlu direnungi adalah, nyatanya perlu berupaya untuk sebisa mungkin kita tidak menyakiti sesiapa, apalah lagi  yang sudah sayang banget sama kita.

Bisa jadi malah menjadi-jadi, jadi gimana ya.... begitulah!


Ini bukan hanya ke hubungan sesama kekasih saja, namun hubungan apa saja, :)