TR

TR

Senin, 12 November 2018

kepala senut2

Saya sakit kepala akhir-akhir ini
Banyak unek yang belum dapat tertuangkan.
Tertuangkan aja belum, apalagi terupayakan untuk terealisasi ya, hhhohohoo

Saya belum mendapatkan eam yang benar2 pas,
Duh apa saya nya yg ribet ya

Kamis, 25 Oktober 2018

Berjiwa Lapang

Setelah sekian banyak perjalanan,
Banyak menemui karakter orang-orang yang saya kenal.
Dan ternyata sangat sedikit orang yang berjiwa Lapang.

Menyalahkan Orang Lain
Mencari aman untuk diri sendiri
Mengeluh dan mengeluh tanpa introspeksi diri
Berkata tanpa memikirkan perasaan orang lain

Sekalinya saya menemui orang yang berjiwa lapang, saya tidak akan pernah lupakan orang seperti itu dalam hidup saya. Orang berjiwa lapang akan melihat segala permasalahan dari berbagai sisi, sudut pandang. Sangat tidak mudah, karena banyak pemakluman yang harus diolah, namun tetap ada sisi prinsip juga, bukan berarti menjadikan diri tidak berprinsip.

Sayapun belum seperti itu, masih jauh dari berjiwa lapang, masih banyak ego dan emosi dan masih banyak juga mungkin berkata tanpa memikirikan perasaan orang lain.


Senin, 17 September 2018

aku sedang lelah

Allah, aku sedang Lelah,
Aku mohon sekali dari Mu untuk memberikan kekuatan
Allah, aku perlukan rebah,
Perlukan tenang,
Allah, aku minta maaf atas segala nya,
Aku sangat Lemah,
:'(

Kamis, 13 September 2018

Komitmen sederhana

Saya menawarkan makan malam kepada suami jam 20.30

"Mas, mau sekalian makan malam disini? Atau beli disini terus dibungkus aja kalau mas masih kenyang. Nanti dimakan di rumah"

"Ngga, mas masih kenyang. Tadi yang nasi bungkus siang kan baru dimakan pas menjelang  maghrib. nanti saja mas makan lauk apa yang ada di rumah untuk makan malamnya"

----

Jam 21.30 saya kembali menawarkan makan malam, apakah mau makan saat ini atau nanti saja saat sudah merasa lapar.

"Mas mau sekarang disediakan makan nya?"

"Mas belum lapar, nanti saja"

"Baiklah, bilang ya nanti kalau mau makan"

"Iya"

-----
Jam 21.30 s.d 23.00 saling bersenda, saling bercerita dan saya rupanya lebih dulu tertidur.

Kemudian terbangun 00.40, karena ada suara yang membangunkan,

"Sayang, yang... sayang, suaminya lapar yang"

"Oh yaa ..."

(Goreng tahu, goreng telur, panasin sayur soup)

Dan saya hidangkan makan malam nya.

Sabtu, 08 September 2018

Memandang

Hari ini di kota yang tidak seperti hari-hariku biasanya, aku di Surabaya.

Ingin  bercoret renungan tentang  "memandang" sudah cukup lama, namun baru kali ini agak semangat menngetik,

Menurut kamu, bagaimana kamu memandang orang lain pada kesan pertama?

Memandang orang lain semisal dilingkungan kerja, kadang lebih menghormati atasan dan kurang menghormati bawahan.

Hasi bagaimana memandang dapat teraplikasikan ke bagaimana bersikap kepada orang tsb.
Semisal, kepada atasan sangat santun berbicara, tp kepada teman selevel atau bawahan sangat seenaknya.

Biasanya aku sangat mudah menilai temanku ini "gimana sih" orang nya, ya dari bagaimana dia bersikap terhadap orang lain.

Dan contoh sederhana lagi, kadang aku perhatikan bagaimana sikap dia ketika ada orang lain yang memiliki mobil, dan orang lain yang memiliki motor. Ketika bagaimana dia bersikap kepada orang lain yang hanya memiliki sepeda atau sepeda motor, terkadang terlihat sangat berbeda cara "berteman" nya dengan yang memiliki mobil.

Dan ada banyak hal lain yg aku perhatikan, pertemanan dipandang dari hal-hal yang penuh kekonyolan, penuh kepentingan, seketika aku sangat tidak respect.

Disadari apa ngga disadari, selama memandang dengan  penuh "konyol" itu, akan berakibat ngga baik untuk diri.
Hakikatnya pertemanan itu dengan ketulusan. Yah tapi gak tahu apa masih ada di jaman yang katanya kekinian.

Ngga hanya dalam pertemanan. Sempat saya membeli tas di sebuah toko tas besar dan memang harganya rata2 diatas 1 juta sekitar 4 tahun lalu, dan SPG toko tas tsb nanya "mba naik mobil?"
Saya jawab "naik angkot, saya ngga punya mobil, ngga punya motor, rumah juga sy ngontrak :) "
SPG tsb masih saja nanya2 ini itu.

Sungguh memang luar biasa hahahahaaa....

Bagiku, orang yang punya harta melimpah ruah, sedang2 saja, atau ngga punya apa yg lebih, aku ttp sangat menghormati. Justru aku menaruh hormat lebih, karena begitu kuat nya bisa menjalani perjalanan kehidupan dengan penuh keterbatasan, dia tetap berdiri tegap, tetap berjuang terus tanpa henti, tetap optimis, tetap semangat hidup. Keren kan.

Yah sementara gitu dulu, nanti aku lanjut lagi......

Bye 😊

Minggu, 26 Agustus 2018

Ketidak sesuaian dengan harapan,

Ketidak sesuaian dengan harapan,
Mungkin akan menjadikan diri tidak karuan,
Patah semangat,
Sedih,
Berdiam diri, dan merasai "sepertinya kok gini-gini amat"
Teringat kembali (kesekian kalinya)
Dulu ----12 tahun lalu, saat tidak diterima di ekstensi S1 salah satu Universitas "cita-cita" saya dari kecil.,
Kamu tahu gimana perasaan saya?
Malu-
Sakit sekali-
Merasa kacau - parau tak beraturan,
Namun tidak sedih memang saat itu, entah berusaha untuk tidak sedih....

Dulu saat masih jauh belum mengenal arti berserah,
*meski sekarang juga masih belum :')

Ketika semua terjalani, banyak sekali pengalaman dan perjalanan.......

dan nyata nya kehidupan -------seperti ini
Kebahagiaan sesungguhnya;
Kesuksesan yang nyata; bagi saya adalah saat orang-orang disekitar saya tidak merasa tersakiti oleh saya, kehati-hatian menjaga hati orang lain, dan seberapa nilai diri saya bisa menjadi manfaat untuk sekitar,
Apapun itu profesi nya,
Pengusaha, karyawan, penyanyi, aktor, presenter , petani, buruh tani, dan pengangguran sekalipun...., ya apapun itu peran diri dalam kehidupan- seberapa bisa kita memenuhi hak orang lain, tidak menyakiti, dan senantiasa memberikan manfaat kepada sesama.


Harus banyak terus belajar, memahami dan memaknai semoga lebih bisa menjadi diri yg tidak menyakiti, minimal begitu saja. :')




Memohon Pertolongan dan Kasih Sayang Nya

Malu sungguh masih memohon 
Dengan segala banyak khilaf, keliru diri dan segala banyak ketidak setiaan kepada Nya.

Ya namun kepada siapa lagi harus memohon jika bukan kepada-Mu ya Allah.

Berupaya tidak menyandarkan diri dan harap kepada Manusia,
Berserah.....
Yakin, seperti apapun nantinya semoga itu adalah yang Ter-Baik.

Selasa, 07 Agustus 2018

Ngga Jelas gini

Aku kesal, ngga sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......

Disini tuh beberapa 'ngrasa' sudah paling bijak, paling paham, paling semua nya... yang bagus-bagusnya -komplit.
Seperti ajang / kontes talenta. 

Berkompetisi tanpa merenungi sejauh mana telah berkontribusi 

Mengevaluasi yang jauh, tanpa merenungi yang dekat. 


_ngga suka ya udah_

Senin, 30 Juli 2018

Pada Bukit (ke-4)

Sepi,... tanpa keramaian
Sunyi,... tanpa suara kegaduhan -hanya ada merdu nya angin, berirama dan ini sangat menenangkan,

Duduk dan kemudian merebahkan diri diatas dedaunan pinus yang terjatuh ditanah,
Bau tanah yang selalu aku rindukan disaat aku berada di kota.

Aku enggan pulang dan kembali ,-
Sepertinya selalu kurang waktu untuk dapat sekedar bersama dengan pepohonan, tanah dan hembusan angin.
Dan semakin jatuh cinta dengan apa yang ada dihutan ini ketika senja mulai datang, ia mulai menebarkan segala keromantisannya dibalik pepohonan, oranye yang teduh.


Rabu, 11 April 2018

seperti hampir PATAH


Saya seperti hampir PATAH
Baru hampir memang, perlu dapatkan perkuatannya supaya tidak benar-benar PATAH.
Namun rasa-rasa nya jika bekerjasama dengan seperti ini, lebih baik saya berjalan dengan tidak bersama, walau tujuan saya tetap sama-seperti kemarin sebelumnya. Saya bukan pecundang yang kemudian merubah titik tujuan yang memang sudah diketahui, dan kemudian menjadi pemahaman dan itu bagi saya kemudian menjadi suatu komitmen.
Maafkan saya, jika saya perlukan kesendirian.

Menyendiri tak berarti melulu memikirkan diri sendiri dan kemudian tidak memikirkan banyak hal diluar dari diri sendiri. 

Saya sangat perlu waktu sendiri beberapa hari kedepan, berharap semoga mendapatkan perkuatan terhadap yang hampir PATAH ini.

Senin, 09 April 2018

Pekerjaan

Pada sudut FoodPoint sore ini, di salah satu Mall-Jakarta.
Puluhan foodcourt saya dapati, bahkan sepertinya lebih dari seratus foodcourt. Ratusan pengunjung terlihat, berbagai aktivitas mereka. Dan sedikit agak KEPO (Knowing Every Partical Object - kalau kata anak kekinian), ada diantaranya yang samar-samar saya dengar sedang mendiskusikan "Deposito uang di Bank, seorang Ibu sekitar usia 60 tahun ya - berketurunan China (maaf sedikit bawa suku :D ) yang membuat janji dengan beberapa orang Bank. Yang menyampaikan keinginannya menyimpan dananya tsb", ada juga mahasiswa yang sedang sambil mengerjakan tugasnya, ada juga satu keluarga yang menyegaja makan bersama saja kemudian melalu selepas selesai nya makan, ada anak-anak sekolah juga yang hanya sekedar berlalu melihat-lihat foodcourt yang ada, saya amati ngga ada aktivitas "jadi" beli *asli ini kepo banget saya ya. Ada juga karyawan yang sambil bekerja- sekedar numpang duduk, dan hanya beli teh botol (nah kalau ini , saya ^_^ )

Dan saat ini bukan membahas jumlah foodcourt nya, bukan membahas berapa jumlah pengunjung dan bukan juga membahas karyawan yang numpang duduk

Saya ingin menuliskan diantara para penjaga foodcourt dan pengunjung dengan aktivitas nya masing-masing, ada diantaranya mas-mas dan mba-mba yang berprofesi sebagai cleaning service. Ya, mereka menggunakan seragam dan ada celemek nya, kemudian ada yang berbekal lap ditangan ada juga berbekal sapu, dan juga untuk lap lantai berikut air pembersih nya.
Luar biasanya mereka bekerja tetap dengan semangat dan tetap tersenyum, tetap tenang dalam bekerja. Tidak ada rasa malu apakah mungkin "jika" ada keluarga atau kerabat atau tetangga yang bisa jadi melihat nya bekerja sebagai cleaning service, saya melihat tidak ada rasa beban dalam ekspresi wajah dan sikap mereka saat bekerja.

Pelajaran sekali bagi saya, mereka bisa saja berpendidikan SMA, D3 atau bahkan S1. Dan belum tentu juga mereka asli dari Jakarta. Mungkin dari perantauan. Perjuangan mendapat kan UMR Jkt - arround 3.5 juta per bulan untuk kehidupannya meninggalkan kampung halaman dan orang tua yang sudah membesarkan dan menyekolahkan. Demi untuk hidup  yang mandiri. Dan jika yang sudah memiliki istri dan anak, ya untuk dapat menghidupi keluarga.

Semua pekerjaan (halal) bagi saya mulia. Semoga mas-mas dan mba-mba cleaning service yang telah membersihkan area-area foodpoint ini, diberikan kebersihan hati juga dan mereka mendapatkan rejeki yang barokah selalu, ditambahkan lagi dan lagi rejeki nya, karena rasa syukur mereka yang teramat besar kala menjalani pekerjaan yang sedang dijalankan,


Jumat, 30 Maret 2018

WAKTU

Seringnya tidak tersadar, bahwa waktu itu terus berjalan-mengikis sisa usia,
Terlalu sering melakukan pembenaran kepada diri sendiri tentang penggunaan waktu, bahwa merasa sudah melakukan yang sebaik mungkin di hari yang dilalui.
Sudah merasa sibuk dengan aktivitas harian, 
Dan tanpa tersadar kesibukan-kesibukan itu menjadikan lalai dan seperti sudah tidak ada waktu terhadap perenungan, apakah kesibukan yang dilalui sudah memang penuh dengan nilai-nilai arti diciptakannya manusia ke dunia, sebagai khalifah.
Sudah merasa sibuk, lelah dan habis energi saat sebenarnya masih banyak yang belum terlaksanakan. Pembenaran-pembenaran untuk memanjakan diri sendiri.
Ah, sempit sekali saya ini. Memang saya harus terus banyak menambah wawasan-wawasan. DIluaran sana, banyak sekali -orang lain- yang lebih menjadikan waktu nya benar-benar bernilai. Bukan hanya sekedar untuk kepentingan pribadi, keluarga dan golongannya saja. Namun untuk sesamanya. Lebih memikirkan hak sesama, ketimbang hak nya sendiri.
Saya ini, kok rasa-rasanya makin menurun saja arti dan nilai saya sebagai manusia. Kapan menjadi lebih bernilai ya, 
Okaylah, saya harus lebih semangat lagi, tetap tenang, tetap berkarya -untuk sesama , semaksimal mungkin kemampuan saya.

Bismillahirrahmanirrahim, :)

Selasa, 13 Maret 2018

Berbagi

"Bisa berbagi hal-hal yang ngga penting,
akan menjadi penting,
karena bisa berbagi hal-hal ngga penting itulah yang buat aku bahagia"

😊

Senin, 12 Maret 2018

Memaknai arti hari demi hari

Aku semestinya harus bisa lebih tenang, Walau itu sangat tidak mudah 😞

"Hidup ngga hanya sekedar bekerja-duniawi, namun memaknai arti hari demi hari dalam penghambaan kepada-NYA"

Rabu, 07 Maret 2018

Lelaki Banget

Sangat Bersyukur bersama kamu

Kamu lelaki yang telah bersamaku dan berharap sampai kelak akhir hayat tetap bersama,
Tetap menjadi lelakiku,

Kamu lelaki baikku, laki-laki banget.

Kamu tahu kenapa 2013 saat itu, hatiku berhenti kepada kamu? -Ketika ada beberapa tempat pemberhentian hati di tempat lain selain kamu.

Kenapa kamu? Tidak perlu waktu lama aku menentukan, hatiku untuk kamu.

Karena ada sesuatu yang aku rasa saat dengan kamu. 
Entah apa sebutannya, tidak dapat aku suratkan satu persatu. Bahkan tersiratkan pun sulit diuraikan.
Secara menyeluruh aku sebut kamu "Laki-laki banget"
Dari sana lah aku merasa rasa itu ada,
---Ya ampuuun ini orang, laki-lqki bangettt.

Begitulah kurang lebih hatiku berucap

Terimakasih banyak ya untuk kamu

Untuk semua hal yang telah kamu berikan.

Untuk telah mengerti aku
Untuk semua maaf - maaf atas banyaknya kurangku selama ini
Untuk semua sayang yang begitu banyaknya telah diberi untukku
Untuk atas penyerahan hatimu yang penuh dan tulus untukku

Jumat, 02 Maret 2018

Jiwamu menyatu bersama mereka

Malam ini kamu minta ijin apakah diijinkan untuk akan jalan2 bersama eks. team kamu.
Tentu aku sangat ijinkan,
Waah aku melihat bahagia nya kamu. :)
Aku senang lihat kamu se-senang itu.
Ah,,, kenapa kamu harus undur diri dari mereka.
Mereka butuh kamu.
Kamupun butuh mereka
Jiwamu bersama mereka
Menyatu.....
Aku bahagia melihat kamu se-senang itu.

D'MASIV & Iwan Fals - Satu - Satunya (Official Video)







Lirik lagu: Satu - Satunya (Feat. Iwan Fals)
Haruskah aku bertekuk lutut
Memohon kau terima diriku
Kalau perlu kau belah dadaku
Agar kau tau isi dalam hatiku

Karena hatiku mengatakan kamu
Yang paling mengerti diantara yang mengerti
Dan hidupku berharap padamu
Lewat lagu ini aku ungkapkan perasaanku

Cintaku tak terukur dalamnya
Pengorbananku tak ada habisnya
Apalagi yang harus kulakukan
Tuk yakinkan hanya kaulah satu-satunya
Satu-satunya

Karena hatiku mengatakan kamu
Yang paling mengerti diantara yang mengerti
Dan hidupku berharap padamu
Lewat lagu ini aku ungkapkan perasaanku
Perasaanku

Karena hatiku mengatakan kamu
Yang paling mengerti diantara yang mengerti
Dan hidupku berharap padamu
Lewat lagu ini aku ungkapkan perasaanku
Lewat lagu ini aku ungkapkan perasaanku

Apalagi yang harus kulakukan
Tuk yakinkan hanya kaulah satu-satunya

Lembut


Rabu, 21 Februari 2018

Sendiri menikmati senja

Menikmati Senja, sendirian saja.Saat seperti itu hanya ada Aku dan langit-langit jingga yang berdiskusi hangat,
Ia menyapa dengan warna jingga yang beraneka jenis pancarannya, terkadang tak terang menyala, terkadang terang menguning atau memerah, dan bahkan terkadang keunguan,

 Senja-BandaraAdiSucipto,Jogjakarta

Aku jatuh hati kepada kamu, senja.
Bergetar rasaku saat hanya berdua dengan kamu.
Tenang, dan aku temukan hal ternyaman pada kamu.
Dan saat itu aku sangat malas jika ada yang mengganggu, aku hanya ingin sendirian menikmati senja. Karena kamu sudah sangat lebih dari cukup menemaniku. Tidak perlu sesiapun lagi.

 😊 

_pengen lagi menikmati senja di jogja seperti kemarin, kenapa ngga bosan-bosannya ke kota itu. 
😒😔





Minggu, 18 Februari 2018

Dibelahan bumi bagian mana

"Sepuluh tahun sudah berlalu dan sampai saat ini aku masih belum tahu dibelahan bumi bagian mana kamu berpijak. 
Nama lengkapmu tidak aku ketahui
Wajahmupun sudah samar-samar terlupa
Namun,
Ingatanku masih mendalam tentang kamu, tentang banyaknya kisah yang telah kamu bagi.
kisah yang banyak menguatkanku dalam perantauan dan perjalanan saat itu.


Tidak ada rasa mendalam kepada kamu, jangan disalah artikan. 
Aku hanya ingin diberikan kesempatan bertemu, dan berterimakasih. Itu saja."

Masih kutipan Novel dengan judul " ? " (belum tahu) nanti cocok nya apa ya,


Sabtu, 06 Januari 2018

Tentang Rasa - 4

Lanjut lagi ya cerita nya..... ^_^
(Selagi mood)
______

"Kamu ada agenda malam nanti?"
"Oh ya kamu bersedia kah senja nanti sepulang dari bekerja kita bertemu?. Ada yang mau aku sampaikan ke kamu :)"
begitu chat BBM dari kamu
"Oke, aku bertepatan tidak ada agenda lepas jam kerja nanti. Kita ke bukit biasanya ya. Jam 5 tepat kamu sudah jemput aku yaaa :)"

Bertepatan kami memang satu kota. Kota kami tinggal jauh dari kebisingan, jauh dari hal-hal kesibukan lalu lalang manusia. Kota yang cukup tenang, ada beberapa tempat yang dapat dikunjungi tanpa harus mempertimbangkan sudah gajian atau belum :^)
Ada beberapa alternatif tempat dan diantaranya cukup menyamankan. Salah satu tempat favorite aku dan kamu, sebuah bukit berjarak 20 km dari tempatku bekerja. Jarak tempuh menuju tempat tsb sekitar 30 menit, menggunakan kendaraan sepeda motor.
Jika seperti sore ini, saat aku bertemu kamu, aku pulang berbarengan satu kendaraan dengan kamu.
Hal demikian sangat membuat aku bahagia. Aku bisa berada dibelakang kamu, kudapati bahumu yang dapat menjadi tempat sejenak meletakkan daguku untuk menyandarkan sejenak dan sesekali melihat senyum kamu di kaca spion. Hahahaa... kamu manis ya. Walau memang seawal bukan type ku. Tapi ternyata kamu manis. Aku suka kamu.

Ah apalah aku ini malah melamun tidak karuan. Tidak sabar menunggu 4 jam kedepan. Menunggu dijemput kamu.

Ya, kamu lelaki yang awal sebenarnya tidak menyukai senja. Walau kamu sangat melow. Baper lah mungkin kata kekinian nya. Namun karena aku sering mengajak kamu ke perbukitan disaat senja, dan kita duduk bersama menikmati senja, sejak itulah kamu menjadi penikmat senja juga seperti aku.

....bersambung

Jumat, 05 Januari 2018

Tentang Rasa - 3

Sengaja malam menjelang pagi ini aku tidak menggunakan headset untuk mendengarkan lagu, karena bertepatan gerimis diluaran sana, dan rasanya suara itu menjadikan suasana lebih tenang, bersamaan dengan lagu yang sedang aku dengarkan, -masih tidak berubah lagu kesukaan saya "Dadali - Disaat Aku Mencintaimu" 7 tahun sudah saya di temani lagu ini :')

Terkenang tentang rasa.................

Kamu adalah seseorang yang aku tidak kagumi sebelumnya,
Kamu bukanlah seseorang yang menjadi salah satu type-ku,
Kamu juga bukan seseorang yang aku suka, atau tertarik -pada awal nya

Namun kamu menyamankan,
Bersandar kepada kamu, melingkarkan tangan pada lenganmu, memegang jari jemarimu,  menelusupkan kepala pada dekapan di dada kamu, dalam pelukan kamu, aku nyaman.

Dan kamu kemudian berbisik "mas sayang dan cinta kamu, mas khawatir rasa kamu hilang untuk mas",
Selepas nya itu kita saling bercerita, saling mendengarkan dan seperti biasa, kita saling menguatkan :').
Kemudian mengalir-- senda gurau tentang hal-hal yang tidak penting,  sekedar membicarakan lelucon - lelucon pada hari itu, atau bahkan kekonyolan pada beberapa hari semenjak kita tidak bertemu. Juga adakalanya membahas cerita yang sebenarnya kita sudah klarifikasi sebelumnya melalui chat atau telephone. Namun entah pada saat bertemu, rasanya ingin membahas ulang -mengklarifikasi kembali. Ada kemungkinan berbeda ya saat kita bahas melalui telephone atau chat dan pada saat bertemu. *Ngga terlihat ekspresi wajah nya, mungkin begitu :)

 Hari sudah mulai menjelang malam, dan saat nya kita kembali ke tempat kita masing - masing. Aku menuju tujuanku, begitupun kamu yang telah ada tempat yang semestinya dituju untuk merebahkan diri, beristirahat.
Dan, entah kapan kita bisa saling menatap kembali seperti hari ini. Sempat kamu sampaikan harapan kamu; dan pun juga harapan aku "tak hanya sesekali saling menatap, namun menatap dan menetap bersama setiap hari"

Tentang Rasamu, Tentang Rasaku
Pada malam menjelang pagi ini, dan gerimis dilluaran sana, aku ingin sampaikan betapa aku menginginkan hadirnya kamu disini saat ini, sebagaimana harapan kita "Tak hanya sesekali saling menatap, akan tetapi, -saling menatap dan menetap bersama setiap hari" bersama kamu, hanya kamu.

...bersambung





Senin, 01 Januari 2018

Menatap mendalam kepadamu

Bertemu denganmu adalah salah satu hal yang aku ingini. Meski aku sangat sering tidak menyampaikan itu. Aku hanya tidak mau menambah kerepotan kamu. Karena aku tahu betapa sudah lelah nya kamu menjalani rutinitas dengan segala kerepotan - kerepotan.
Saat menemuiku, saat tersisa nya pikiran dan tenaga kamu. Tidak masalah buatku, aku mendapatkan waktu paruh sisa pada letihmu. Aku sudah bahagia berada didepanmu, sesekali kita duduk bersebelahan juga- saling berbincang, saling mendengarkan, dan saling menatap. Kemudian kita saling menguatkan. Sesekali ada candaan kamu dan aku tertawa lepas,  tawa yang sangat jarang aku dapati di hari-hari rutinitasku.
Kamu tahu, bersamaan dalam tawa lepasku -ada mata dan hatiku yang menatap dalam kejauhan mata lelahmu, dan berujar "aku tahu, kamu lelah... aku tahu yang kamu jalani sebenarnya tak mudah, aku tahu tak seringan apa yang kamu selalu sampaikan kalau kamu baik2 saja. Kalau kamu enjoy, dan segala kabar dan ungkapan baik2 lainnya" Entah sejak pertemuan saat penyampaian rasa itu, mata dan hatiku sudah berujar seperti itu.
Dan itu sampai saat ini,