TR

TR

Sabtu, 08 September 2018

Memandang

Hari ini di kota yang tidak seperti hari-hariku biasanya, aku di Surabaya.

Ingin  bercoret renungan tentang  "memandang" sudah cukup lama, namun baru kali ini agak semangat menngetik,

Menurut kamu, bagaimana kamu memandang orang lain pada kesan pertama?

Memandang orang lain semisal dilingkungan kerja, kadang lebih menghormati atasan dan kurang menghormati bawahan.

Hasi bagaimana memandang dapat teraplikasikan ke bagaimana bersikap kepada orang tsb.
Semisal, kepada atasan sangat santun berbicara, tp kepada teman selevel atau bawahan sangat seenaknya.

Biasanya aku sangat mudah menilai temanku ini "gimana sih" orang nya, ya dari bagaimana dia bersikap terhadap orang lain.

Dan contoh sederhana lagi, kadang aku perhatikan bagaimana sikap dia ketika ada orang lain yang memiliki mobil, dan orang lain yang memiliki motor. Ketika bagaimana dia bersikap kepada orang lain yang hanya memiliki sepeda atau sepeda motor, terkadang terlihat sangat berbeda cara "berteman" nya dengan yang memiliki mobil.

Dan ada banyak hal lain yg aku perhatikan, pertemanan dipandang dari hal-hal yang penuh kekonyolan, penuh kepentingan, seketika aku sangat tidak respect.

Disadari apa ngga disadari, selama memandang dengan  penuh "konyol" itu, akan berakibat ngga baik untuk diri.
Hakikatnya pertemanan itu dengan ketulusan. Yah tapi gak tahu apa masih ada di jaman yang katanya kekinian.

Ngga hanya dalam pertemanan. Sempat saya membeli tas di sebuah toko tas besar dan memang harganya rata2 diatas 1 juta sekitar 4 tahun lalu, dan SPG toko tas tsb nanya "mba naik mobil?"
Saya jawab "naik angkot, saya ngga punya mobil, ngga punya motor, rumah juga sy ngontrak :) "
SPG tsb masih saja nanya2 ini itu.

Sungguh memang luar biasa hahahahaaa....

Bagiku, orang yang punya harta melimpah ruah, sedang2 saja, atau ngga punya apa yg lebih, aku ttp sangat menghormati. Justru aku menaruh hormat lebih, karena begitu kuat nya bisa menjalani perjalanan kehidupan dengan penuh keterbatasan, dia tetap berdiri tegap, tetap berjuang terus tanpa henti, tetap optimis, tetap semangat hidup. Keren kan.

Yah sementara gitu dulu, nanti aku lanjut lagi......

Bye 😊

Tidak ada komentar: