TR

TR

Senin, 17 September 2018

aku sedang lelah

Allah, aku sedang Lelah,
Aku mohon sekali dari Mu untuk memberikan kekuatan
Allah, aku perlukan rebah,
Perlukan tenang,
Allah, aku minta maaf atas segala nya,
Aku sangat Lemah,
:'(

Kamis, 13 September 2018

Komitmen sederhana

Saya menawarkan makan malam kepada suami jam 20.30

"Mas, mau sekalian makan malam disini? Atau beli disini terus dibungkus aja kalau mas masih kenyang. Nanti dimakan di rumah"

"Ngga, mas masih kenyang. Tadi yang nasi bungkus siang kan baru dimakan pas menjelang  maghrib. nanti saja mas makan lauk apa yang ada di rumah untuk makan malamnya"

----

Jam 21.30 saya kembali menawarkan makan malam, apakah mau makan saat ini atau nanti saja saat sudah merasa lapar.

"Mas mau sekarang disediakan makan nya?"

"Mas belum lapar, nanti saja"

"Baiklah, bilang ya nanti kalau mau makan"

"Iya"

-----
Jam 21.30 s.d 23.00 saling bersenda, saling bercerita dan saya rupanya lebih dulu tertidur.

Kemudian terbangun 00.40, karena ada suara yang membangunkan,

"Sayang, yang... sayang, suaminya lapar yang"

"Oh yaa ..."

(Goreng tahu, goreng telur, panasin sayur soup)

Dan saya hidangkan makan malam nya.

Sabtu, 08 September 2018

Memandang

Hari ini di kota yang tidak seperti hari-hariku biasanya, aku di Surabaya.

Ingin  bercoret renungan tentang  "memandang" sudah cukup lama, namun baru kali ini agak semangat menngetik,

Menurut kamu, bagaimana kamu memandang orang lain pada kesan pertama?

Memandang orang lain semisal dilingkungan kerja, kadang lebih menghormati atasan dan kurang menghormati bawahan.

Hasi bagaimana memandang dapat teraplikasikan ke bagaimana bersikap kepada orang tsb.
Semisal, kepada atasan sangat santun berbicara, tp kepada teman selevel atau bawahan sangat seenaknya.

Biasanya aku sangat mudah menilai temanku ini "gimana sih" orang nya, ya dari bagaimana dia bersikap terhadap orang lain.

Dan contoh sederhana lagi, kadang aku perhatikan bagaimana sikap dia ketika ada orang lain yang memiliki mobil, dan orang lain yang memiliki motor. Ketika bagaimana dia bersikap kepada orang lain yang hanya memiliki sepeda atau sepeda motor, terkadang terlihat sangat berbeda cara "berteman" nya dengan yang memiliki mobil.

Dan ada banyak hal lain yg aku perhatikan, pertemanan dipandang dari hal-hal yang penuh kekonyolan, penuh kepentingan, seketika aku sangat tidak respect.

Disadari apa ngga disadari, selama memandang dengan  penuh "konyol" itu, akan berakibat ngga baik untuk diri.
Hakikatnya pertemanan itu dengan ketulusan. Yah tapi gak tahu apa masih ada di jaman yang katanya kekinian.

Ngga hanya dalam pertemanan. Sempat saya membeli tas di sebuah toko tas besar dan memang harganya rata2 diatas 1 juta sekitar 4 tahun lalu, dan SPG toko tas tsb nanya "mba naik mobil?"
Saya jawab "naik angkot, saya ngga punya mobil, ngga punya motor, rumah juga sy ngontrak :) "
SPG tsb masih saja nanya2 ini itu.

Sungguh memang luar biasa hahahahaaa....

Bagiku, orang yang punya harta melimpah ruah, sedang2 saja, atau ngga punya apa yg lebih, aku ttp sangat menghormati. Justru aku menaruh hormat lebih, karena begitu kuat nya bisa menjalani perjalanan kehidupan dengan penuh keterbatasan, dia tetap berdiri tegap, tetap berjuang terus tanpa henti, tetap optimis, tetap semangat hidup. Keren kan.

Yah sementara gitu dulu, nanti aku lanjut lagi......

Bye 😊