TR

TR

Sabtu, 06 Januari 2018

Tentang Rasa - 4

Lanjut lagi ya cerita nya..... ^_^
(Selagi mood)
______

"Kamu ada agenda malam nanti?"
"Oh ya kamu bersedia kah senja nanti sepulang dari bekerja kita bertemu?. Ada yang mau aku sampaikan ke kamu :)"
begitu chat BBM dari kamu
"Oke, aku bertepatan tidak ada agenda lepas jam kerja nanti. Kita ke bukit biasanya ya. Jam 5 tepat kamu sudah jemput aku yaaa :)"

Bertepatan kami memang satu kota. Kota kami tinggal jauh dari kebisingan, jauh dari hal-hal kesibukan lalu lalang manusia. Kota yang cukup tenang, ada beberapa tempat yang dapat dikunjungi tanpa harus mempertimbangkan sudah gajian atau belum :^)
Ada beberapa alternatif tempat dan diantaranya cukup menyamankan. Salah satu tempat favorite aku dan kamu, sebuah bukit berjarak 20 km dari tempatku bekerja. Jarak tempuh menuju tempat tsb sekitar 30 menit, menggunakan kendaraan sepeda motor.
Jika seperti sore ini, saat aku bertemu kamu, aku pulang berbarengan satu kendaraan dengan kamu.
Hal demikian sangat membuat aku bahagia. Aku bisa berada dibelakang kamu, kudapati bahumu yang dapat menjadi tempat sejenak meletakkan daguku untuk menyandarkan sejenak dan sesekali melihat senyum kamu di kaca spion. Hahahaa... kamu manis ya. Walau memang seawal bukan type ku. Tapi ternyata kamu manis. Aku suka kamu.

Ah apalah aku ini malah melamun tidak karuan. Tidak sabar menunggu 4 jam kedepan. Menunggu dijemput kamu.

Ya, kamu lelaki yang awal sebenarnya tidak menyukai senja. Walau kamu sangat melow. Baper lah mungkin kata kekinian nya. Namun karena aku sering mengajak kamu ke perbukitan disaat senja, dan kita duduk bersama menikmati senja, sejak itulah kamu menjadi penikmat senja juga seperti aku.

....bersambung

Jumat, 05 Januari 2018

Tentang Rasa - 3

Sengaja malam menjelang pagi ini aku tidak menggunakan headset untuk mendengarkan lagu, karena bertepatan gerimis diluaran sana, dan rasanya suara itu menjadikan suasana lebih tenang, bersamaan dengan lagu yang sedang aku dengarkan, -masih tidak berubah lagu kesukaan saya "Dadali - Disaat Aku Mencintaimu" 7 tahun sudah saya di temani lagu ini :')

Terkenang tentang rasa.................

Kamu adalah seseorang yang aku tidak kagumi sebelumnya,
Kamu bukanlah seseorang yang menjadi salah satu type-ku,
Kamu juga bukan seseorang yang aku suka, atau tertarik -pada awal nya

Namun kamu menyamankan,
Bersandar kepada kamu, melingkarkan tangan pada lenganmu, memegang jari jemarimu,  menelusupkan kepala pada dekapan di dada kamu, dalam pelukan kamu, aku nyaman.

Dan kamu kemudian berbisik "mas sayang dan cinta kamu, mas khawatir rasa kamu hilang untuk mas",
Selepas nya itu kita saling bercerita, saling mendengarkan dan seperti biasa, kita saling menguatkan :').
Kemudian mengalir-- senda gurau tentang hal-hal yang tidak penting,  sekedar membicarakan lelucon - lelucon pada hari itu, atau bahkan kekonyolan pada beberapa hari semenjak kita tidak bertemu. Juga adakalanya membahas cerita yang sebenarnya kita sudah klarifikasi sebelumnya melalui chat atau telephone. Namun entah pada saat bertemu, rasanya ingin membahas ulang -mengklarifikasi kembali. Ada kemungkinan berbeda ya saat kita bahas melalui telephone atau chat dan pada saat bertemu. *Ngga terlihat ekspresi wajah nya, mungkin begitu :)

 Hari sudah mulai menjelang malam, dan saat nya kita kembali ke tempat kita masing - masing. Aku menuju tujuanku, begitupun kamu yang telah ada tempat yang semestinya dituju untuk merebahkan diri, beristirahat.
Dan, entah kapan kita bisa saling menatap kembali seperti hari ini. Sempat kamu sampaikan harapan kamu; dan pun juga harapan aku "tak hanya sesekali saling menatap, namun menatap dan menetap bersama setiap hari"

Tentang Rasamu, Tentang Rasaku
Pada malam menjelang pagi ini, dan gerimis dilluaran sana, aku ingin sampaikan betapa aku menginginkan hadirnya kamu disini saat ini, sebagaimana harapan kita "Tak hanya sesekali saling menatap, akan tetapi, -saling menatap dan menetap bersama setiap hari" bersama kamu, hanya kamu.

...bersambung





Senin, 01 Januari 2018

Menatap mendalam kepadamu

Bertemu denganmu adalah salah satu hal yang aku ingini. Meski aku sangat sering tidak menyampaikan itu. Aku hanya tidak mau menambah kerepotan kamu. Karena aku tahu betapa sudah lelah nya kamu menjalani rutinitas dengan segala kerepotan - kerepotan.
Saat menemuiku, saat tersisa nya pikiran dan tenaga kamu. Tidak masalah buatku, aku mendapatkan waktu paruh sisa pada letihmu. Aku sudah bahagia berada didepanmu, sesekali kita duduk bersebelahan juga- saling berbincang, saling mendengarkan, dan saling menatap. Kemudian kita saling menguatkan. Sesekali ada candaan kamu dan aku tertawa lepas,  tawa yang sangat jarang aku dapati di hari-hari rutinitasku.
Kamu tahu, bersamaan dalam tawa lepasku -ada mata dan hatiku yang menatap dalam kejauhan mata lelahmu, dan berujar "aku tahu, kamu lelah... aku tahu yang kamu jalani sebenarnya tak mudah, aku tahu tak seringan apa yang kamu selalu sampaikan kalau kamu baik2 saja. Kalau kamu enjoy, dan segala kabar dan ungkapan baik2 lainnya" Entah sejak pertemuan saat penyampaian rasa itu, mata dan hatiku sudah berujar seperti itu.
Dan itu sampai saat ini,