TR

TR

Jumat, 02 Oktober 2015

Kompak yang SeKotak

Kompak yang SeKotak

Saat makan siang telah tiba, di suatu ujung tempat makan, bernamakan Warteg itu.... terdengar suara tawa beberapa karyawan yang sedang bergerombol, entah menertawakan apa. Dan ada gerombolan karyawan diujung yang lain, (masih warteg juga, namun warteg berbeda) sedang seperti mendiskusikan sesuatu yang sangat serius. Kemudian ada juga yang makan siang sendiri saja tak bergerombol, mungkin dia.... 'lelah' . Di depan tepat seorang lelaki muda pun ada semacam cafe_ ada yang menggerombol juga, lelaki muda itu  berkisar 25 tahun -dia mengamati kotak demi kotak gerombolan yang ada disekitarnya, lelaki itu adalah saya, Lanang.

Saya yang masih belum tahu akan makan dimana dan bergabung dengan gerombolan mana, atau mungkin memilih sendiri seperti orang itu -pikir saya. 
'uang saya tak seberapa cukup untuk makan siang hari ini' ya sudah baiknya saya tahan dulu tidak makan siang, mungkin nasi putih yang sudah saya masak di kosan bisa menghibur saya kala saya pulang kerja nanti

.............bersambung