TR

TR

Senin, 29 Juni 2015

Wawancara :'(

Ada sesuatu yang menyentuh hati,
Beberapa interview kandidat karyawan, rasanya air mata ini ingin keluar
Tak tahan sebenarnya,
Berlebihan ya saya, sebegitunya ;(

Berbagai karakter, latar belakang keluarga, kemampuan, nilai kebutuhan dan....
Ah segala nya,
Banyak nilai yang saya dapat disini,
Beruntung nya saya bisa menemui mereka, :')

Hal termahal yang tak dapat dibeli, menemui berbagai kisah dari para kandidat.
-------------------------
"Kenapa mas kok ngga kuliah saja?" kalimat tanya yang saya berikan kepada salah seoarang kandidat yang baru saja lulus SMK (Jurusan Gambar Teknik - Bangunan)
"Saya sudah 12 tahun ini merepotkan orang tua saya , untuk biaya sekolah saya, saat ini saya berupaya tidak merepotkan orang tua saya Bu"
*mulia sekali 'nak cita dan harap mu 
"trus kenapa Mas kok ambil SMK bangunan, memang cita-cita nya ya?"
"Saya ingin meneruskan jejak orang tua bu"
"Orang tua nya kerja di kontraktor juga? atau di konsultan atau punya PT yang bergerak dibidang konstruksi?"
....sedikit bingung menjawab pertanyaan saya
"kerja dibangunan bu..."
"Okay, di kontraktor mana?"
"Buruh bangunan bu"
.......jlebbbbb..... (sambil coba melihat data pribadi kandidat , padahal disana tertulis pekerjaan orang tua : Bapak - Buruh, Ibu - IRT) - memang saya yang tidak jeli (-_-)'
"Bersedia ditempatkan di Banjarmasin, atau di seluruh lokasi proyek?"
"Bersedia, Siap Bu"
"Lebaran ga akan pulang lho, gimana?" (pertanyaan iseng)
"Tidak apa-apa Ibu, "

Kandidat ini saat ini telah bergabung dengan kami :)
 ------------------------------

Perjalanan kehidupan manusia, entah 10 tahun kedepan "anak lulusan SMK" ini akan jadi apa dan seperti apa,
Perjalanan..... kita yang mengisi dengan upaya-upaya maksimal kita sebagai manusia, dan berserah kepada Nya, selalu mohon bimbingan dan mengingatiNya





Sabtu, 20 Juni 2015

Bagi saya, kamu itu "aku banget"

Bagi saya, kamu itu Manis, Laki2 banget, type saya banget deh!!!
Seneng bisa bareng sama kamu, bersyukur bisa dibersamai oleh kamu. Lelaki manis yang lelaki banget. Pemberani, jelas, tanggung jawab dan berbagai sifat laki-laki banget yang lainnya.

Kamu kurang romantis memang, tapi dibalik kekurangan romantis kamu, disanalah saya merasa bahwa kamu itu romantis. Mungkin karena kamu jarang mengumbar kata-kata romantis, jadi sekali nya kamu menyampaikan atau menanyakan suatu perhatian ke saya, itu sangat romantis bagi saya.

Dan tak jarang, kamu manja, :) dan atau bermanja-manaja ya, heeee :p
Memandag wajahmu apalagi saat kamu tertidur pulas, bagi saya cukup menghibur.
Walau kata orang lain kamu hitam dan lain-lainnya, namun bagi saya kamu Lelaki Ganteng, Manis dan "aku banget"

Hanya saja, semua seolah menjadi buyaaarrrr ketika kamu tak bisa menahan emosi kamu, keras dan semacamnya. Walau menurut kamu, memang begitu kamu kalau bicara. Tapi bagi saya itu "mengerikan" :'(

Yah bagaimanapun kamu,  saya tetap suka sama kamu :') :*
Saya akan menemani kamu, dan saya tetap berdoa kepada Pemilik kamu, agar senantiasa kita dijadikanNya pribadi yang lebih baik lagi, senantiasa terus menuju Nya, dengan berbagai kerapuhan dan keterbatasan kita. Serta saya berharap ; Dia mengampuni kita atas banyaknya sekali dosa dan khilaf diri ini

Aamiin

Teruntuk kamu, suamiku :')

Sabtu, 13 Juni 2015

Tak perlukan teman menikmati senja

Senja, tak hanya tenang dalam kondisi sepi atau sunyi. Dalam kebisingan pun senja tetap menenangkan. Seolah jiwa dan pikiran berirama menyatu dan mengarahkan diri untuk sekedar sejenak tenang, beristirahat sejenak, berserah.

Menyandarkan kepala di sisi jendela kendaraan shutle yang sedang melaju menuju tempat tujuan saya. Saat melewati perjalanan dikala senja, senja yang dapat saya intip diantara sela-sela pepohonan pinggir jalan. Senja yang semakin melambat undur diri berganti gelap nya malam.

Dan tak perlukan teman untuk menikmati senja. Hanya saja saya sedikit ingat bahwa ada seseorang yang memahami saya, tentang mengerti bahwa senja itu menenangkan bagi saya. Seseorang itu dengan rela menawarkan apakah saya ingin ditemani melihat senja, walau pertanyaannya sambil senyum konyol. Saya paham maksudnya, mungkin dalam hati nya "haddeh ga penting banget lihat2 senja" :)
Namun karena dia memahami sisi saat tenang bagi saya, dan dia peduli dengan itu, begitulah dia suka menawarkan diri, walau terkesan baginya 'konyol'

Bagaimanapun dia, dan entah apakah dia masih ingat tentang salah satu kekonyolan itu, semoga dia lebih ringan jalani hari nya, yaaaah minimal tak.lagi terbebani dengan tawaran pertanyaan yang dia siapkan setiap menuju senja, "ayo, mau menikmati senja hari ini? Perlu ditemani?"

:)

Minggu, 07 Juni 2015

Kehidupan, Kebutuhan dan Kemampuan

Kehidupan harus tetap berjalan.
Seperti itulah mereka pun berharap semua baik-baik saja, membahagiakan keluarga, istri, suami, dan anak-anak. Saya paham arti suatu kebutuhan, arti suatu hadirnya bahagia dalam suatu keluarga, salah satu nya terpenuhi nya kebutuhan  keluarga dengan memberikan apa yang mereka mampu.
Bekerja,  merupakan salah satu manusia bertahan hidup. Bekerja untuk mendapatkan penghasilan, dengan tujuan membahagiakan yang mereka cintai. Keluarga, orang tua, pasangan, dan anak-anak.
Walau mungkin memang tak semua sama, memiliki tujuan tulus untuk keluarga, beraneka manusia dengan beraneka niat dalam penggunaan penghasilannya.
Terkadang saya gemas melihat yang tidak begitu semangat dalam pencapaian jalan rejeki. Bukan juga saya yang sudah termasuk sangat semangat, tidak seperti itu juga. Saya hanya melakukan yang baik, semampu saya apa yang saya bisa. Toh, saya juga dalam keluarga sangat jauh belum menjadi istri dan Ibu yang baik.

Entah ada suatu keyakinan, jika kita semua sama-sama memiliki niat baik, maka hasilnya juga baik.

Dihadapkan pada situasi yang serba menekan perasaan, pertimbangan yang tak mudah. Saya berharap Allah selalu menunjukkan jalan kebaikan untuk semua.

Disisi lain saya berharap dapat keluar dalam situasi ini. Namun disisi lain juga, begitu seperti pecundang nya saya, meninggalkan kondisi yang sudah jelas ini bukan juga kemauan satu atau dua orang. Tak ada yang mengingkan kondisi ini semua. Dan apakah dalam kondisi seperti itu, kemudian saya keluar begitu saja. Namun saya sendiri mendekati batas patah, batas maksimal kemampuan saya.

:'(