TR

TR

Senin, 21 Desember 2015

Mendapati teman yang asik

:) Kadang membuat saya senyum-senyum sendiri ketika mengingat waktu saat diskusi dengan teman yang asik.
Memang kategori karakter teman - teman itu beda-beda ya, ada yang serius, ada yang serius tapi santai, ada yang santai banget, ada yang hanya becandaaa saja, ada yang menyamankan dalam beberapa hal, ada yang menyenangkan untuk bahasan diskusi pekerjaan, ada yng menyenakngkannya untuk diskusi perihal probadi, ada yang.... asik!
Asik bagi saya itu bukan teman yang selalu mentraktir, atau bisa selelu antar kesana sini dan selalu ada tepat saat kita butuh atau ga butuh. Tapi teman yang mencangkup segala nya, ideal lah bagi saya. Entah mungkin bagi orang lain berbeda.
Teman yang asik itu tidak banyak tentu nya, se ngga nya jenis teman yang asik itu yah yang asik saja, setiap orang agaknya berbeda untuk kategori 'asik' nya :D

Jumat, 18 Desember 2015

ada hal yang masih sering mengingatinya

Ya, kamu yang saat ini aku tidak tahu keberadaan kamu dimana.
Apakah kamu masih mengingatiku? Bukan, ini bukan mengenai rasa rasa an yang mana anak-anak muda (ABG), ini mengenai rasa terimakasih yang tak terkira ingin saya sampaikan ke kamu.
Setiap kali saya melihat beberapa rekan kerja yang masih baru - baru masuk kerja, yang mungkin mereka itu datang dari tempat yang sangat jauh, bukan dari dalam kota, 'perantau'. Saya selalu ingat jaman saat itu, 9 tahun lalu itu. Masa saya sedang mencari pekerjaan hingga keluar kota, dan bertemu kamu. Semangat kamu, sikap tenang nya kamu, sikap 'perjuangan' kamu, mengajarkan banyak hal ke saya. Meski sebenarnya kamu tidak bermaksud mengajarkan apa-apa ke saya.

Dan ya saya tidak ada jatuh hati atau apa sebenarnya, hanya sebatas rasa 'terimakasih' sudah banyak belajar saya dari kamu. Semoga kelak saya masih berkesempatan dipertemukan dengan kamu, ya itu pun jika aku masih mengingatimu (fisik) kamu speerti apa, begitu juga sebaliknya, apakah kamu masih ingat aku, entah ya :') .

Tempat nyaman untuk bercerita

Blog bagi saya adalah tempat nyaman untuk bercerita.

Saya bisa meluapkan segala apa yang saya rasa, bebas sesuka sukanya. Tempat nyaman bagi saya. Selain itu, saya juga cukup nyaman bercerita dengan diri sendiri dalam lamunan, terdiam ditempat teduh, dibersamai angin. Tenang sekali rasanya,
Ada hal yang belum terwujudkan, yaitu naik kereta ke arah timur, dan berhenti di suatu stasiun, kemudian berjalan dan terdiam disuatu tempat teduh. Entah itu tempat dimana, yang sekiranya asing bagi saya, hening.......
Adakalanya, saya lebih suka sendiri, bukan tidak membutuhkan orang lain. Namun dengan sendiri disanalah saya banyak mendapatkan inspirasi, teguran untuk diri, kesadaran diri dan koreksi diri, menenangkan diri.
Menjadi pribadi yang tenang, saya berharap bisa menjadi orang seperti itu. Kenapa ya tapi saya itu sering sekali marah, ga bisa menahan emosi. Seringnya tidak bisa 'tenang' lah dulu ketika ada hal yang kurang berkenan. Seharusnya saya lebih dapat menahan segala yang kurang berkenan, harus sangat bisa, harus nya bisa.

Rabu, 11 November 2015

Ini soal 'perbedaan standard'

Saya menjumpai beberapa lingkungan yang bagi saya kurang 'pas', ya 'kurang pas' itu adalah ukuran bagi saya. Ukuran ini,bukan soal lebih kaya, lebih miskin atau lebih pintar dan tidak pintar, namun lebih ke soal perbedaan standard dan kebutuhan 'mungkin' . Dalam hal perbedaan standard, hal ini ada kaitannya dengan ilmu dari setiap diri para peserta 'lingkungan pergaulan' tsb.
Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada beberapa komunitas pergaulan 'tertentu', terkadang saya dapati betapa lepas nya candaan antara sesama, yang hakikatnya itu tidak ada manfaat yang jelas. Hanya sekedar senda gurau tidak jelas, bahkan mungkin banyak kebohongan disana. Mengisi waktu dengan hal yang tidak terarah, ya bagi saya itu bukan standard saya.
Saya tidak merasa memiliki standard tinggi dan sok lebih baik, tidak seperti itu. Sekedar merenung bahwa hakikat nya memang manusia itu beraneka rupa standard nya. ada yang dengan bersenda luar biasa tidak jelas itu adalah sesuatu yg sudah sangat lebih dari sisi kehidupannya, ada yang dengan mencela sesama nya, merasa bangga dan kemudian mentertawakan dengan puas.

Betapa kurang nya pengajaran akhlaq, yang menimbulkan standard - standard 'aneh' ini. Semakin jaman maju, semakin krisis akhlaq.

Jumat, 02 Oktober 2015

Kompak yang SeKotak

Kompak yang SeKotak

Saat makan siang telah tiba, di suatu ujung tempat makan, bernamakan Warteg itu.... terdengar suara tawa beberapa karyawan yang sedang bergerombol, entah menertawakan apa. Dan ada gerombolan karyawan diujung yang lain, (masih warteg juga, namun warteg berbeda) sedang seperti mendiskusikan sesuatu yang sangat serius. Kemudian ada juga yang makan siang sendiri saja tak bergerombol, mungkin dia.... 'lelah' . Di depan tepat seorang lelaki muda pun ada semacam cafe_ ada yang menggerombol juga, lelaki muda itu  berkisar 25 tahun -dia mengamati kotak demi kotak gerombolan yang ada disekitarnya, lelaki itu adalah saya, Lanang.

Saya yang masih belum tahu akan makan dimana dan bergabung dengan gerombolan mana, atau mungkin memilih sendiri seperti orang itu -pikir saya. 
'uang saya tak seberapa cukup untuk makan siang hari ini' ya sudah baiknya saya tahan dulu tidak makan siang, mungkin nasi putih yang sudah saya masak di kosan bisa menghibur saya kala saya pulang kerja nanti

.............bersambung

Selasa, 01 September 2015

Kecupan di kening

Kecupan yang kamu berikan di kening, saat setiap kita akan menuju tempat tujuan kita masing2, atau sekedar berpamitan,
Saya nyaman dengan kecupan kamu, dan tahukah kamu, jika saya selalu merindukan kamu. Dalam setiap waktu saya, di sela sela pekerjaan saya, disetiap perjalanan saya.

Saat kendaraan melaju..... perlahan meninggalkan kota tempat tinggal kita, rasanya seperti pergi jauuuuuhhhh begitu. Padahal 15 jam setelahnya pun saya bertemu kamu juga!
Apalagi ketika saya di bandara, semakin merasa pergi jauuuuh. Padahal toh juga malam nya saya juga kembali di bandara yang sama lagi, tak hingga berhari-hari, dan kamu menjemput saya.
Namun entah ada sesuatu rindu di hati saya ketika saya dalam perjalanan tak satu kota dengan kamu

Atau sebaliknya, ketika kamu harus pergi keluar kota, sepiiii begitu rasanya, rasanya ingin membuat keramaian sendiri, seperti pura-pura ada kesibukan membalas email-yang mana itu email pun sdh dibalas sebelumnya 'sekedar berpura-pura sibuk saja, kesibukan tidurin anak-anak yang sebenernya sudah pada tidur,  untuk menghilangkan rasa sepi. Ga karuan begitu, lebay ya saya!

Walau kamu sering menanyakan "sayang ngga sih sebenarnya sama 'mas? "
Seolah meragukan hati ku ^_^ .

Masa Lalu itu Tak Melulu Soal Hati

Ngobrolin masa lalu?
Masa Lalu itu Tak Melulu Soal Hati
*kenangan dengan mantan, dengan berbagai hal yang melulu soal hati, patah hati, jatuh hati dan lain semacam nya :)

Bagi saya Masa Lalu itu sama sekali tidak melulu soal hati. Walau 'iya' tidak dipungkiri ada beberapa kenangan tentang hati yang menempel di masa lalu. Yang tak terbawa di masa saat ini. Karena hakikatnya hati yang saat ini sudah tak sama merasai nya seperti sebelumnya dulu.
KereN nya DIA menciptakan hambaNya dengan berbagai rasa. Kebayang jika rasa yang ada itu hanya diberi kesempatan 1 kali saja merasai. Tak karuan sepertinya, bersyukur Dia memberikan hati dengan diijinkan Nya untuk boleh merasai beraneka rasa.
Cepat atau lambat manusia bisa move on. Tak lain karena kuasaNya lah :)

Kembali berbicara tentang Masa Lalu. Ada beberapa orang yang pernah mengisi masa-masa lalu kita, dan mereka sangat berarti. Ada yang sampai saat ini masih menjalin komunikasi, dan ada juga yang entah dimana, hanya tertinggal dalam ingatan kita, satu nama pendek nya, atau bahkan lupa sama sekali nama nya. Hanya ingat wajah nya, atau bahkan bisa jadi lupa juga wajah nya, hanya mengingat apa-apa yang sudah pernah dia sampaikan, pesankan, kata-kata ademnya (bukan lagi sejuk, tapi adem), atau sekedar candaan yang sampai sekarang jika mengingatnya membuat cukup tersenyum-senyum 'sendiri' .

Terimakasih untuk semua masa lalu yang secara tidak langsung membentuk saya seperti saat ini, terimakasih sudah banyak mengajarkan saya arti 'perjuangan dalam hidup', arti 'tangguh', makna 'tenang', arti berkawan, arti perluas pergaulan, dan segala hal baik lainnya. Mohon maafkan saya ketika saat itu belum sempat ucapkan terimakasih, :) terimakasih untuk orang-orang yang sempat singgah mengisi hari-hari saya di waktu lampau, yang entah saat ini dimana keberadaan kalian :) .


Sekedar Nama Pendek

Aku tidak tahu dimana keberadaan teman Laki-Laki yang pernah aku kenal
Yang banyak mengajarkan arti syukur dan kesederhanaan, juga kerja keras

Mau mencari aku tidak tahu
Hanya nama pendek nya yang aku ingat dan tahu

Kapan kah bisa bertemu dan aku ingin ucapkan terimakasih banyak untuk semua kisah singkat penuh makna, kisah yang berarti, banyak mengajari arti hidup

Jumat, 21 Agustus 2015

Berupaya tenangkan diri

Banyak permasalahan yang tiada kunjung henti selama usia masih ada, selama Allah masih berkehendak untuk hambaNya tetap hidup.

Hanya diri sendiri yang dapat mengendalikan segal gejolak yang dirasa. Tentunya tak lepas untuk berserah kepada Nya, dengan tetap berupaya diri-berbuat sebaik baik nya.

Saya kagum dengan beberapa orang yang tetap tenang menjalani segala persoalan, tidak mudah marah, tetap begitu datar, dan penuh pemakluman. Saya selalu sangat nyaman ketika bertemu dengan orang yang seperti itu.
Jika ada pertanyaan "kamu nyaman kepada yang seperti apa", dengan cepat tentu saya menjawab "yang tenang, tidak mudah marah, penuh pemakluman , namun penuh ketegasan"
Itu versi saya, setidaknya bagi saya, orang yang seperti itu setidaknya dia memiliki keyakinan terhadap pemilik segala persoalan kehidupan, keyakinannya lebih baik dari saya dalam memaknai DIA.

:')

Kamis, 02 Juli 2015

Baju Baru :') untuk Lebaran tahun ini

Ada hal di sore ini yang membuat hati saya berdesir haru,

...suami saya mendekati saya dan bilang "Mama, ada teman Mas yang tidak diperpanjang kontraknya, boleh kah Mas berikan 300,000 untuk teman Mas Itu? Anak nya minta baju Lebaran"

Sedih  :'( .

__________________________________

Saya berharap teman-teman mendaat rejeki yang lebih baik dan berkah di mana saja berada,

Senin, 29 Juni 2015

Wawancara :'(

Ada sesuatu yang menyentuh hati,
Beberapa interview kandidat karyawan, rasanya air mata ini ingin keluar
Tak tahan sebenarnya,
Berlebihan ya saya, sebegitunya ;(

Berbagai karakter, latar belakang keluarga, kemampuan, nilai kebutuhan dan....
Ah segala nya,
Banyak nilai yang saya dapat disini,
Beruntung nya saya bisa menemui mereka, :')

Hal termahal yang tak dapat dibeli, menemui berbagai kisah dari para kandidat.
-------------------------
"Kenapa mas kok ngga kuliah saja?" kalimat tanya yang saya berikan kepada salah seoarang kandidat yang baru saja lulus SMK (Jurusan Gambar Teknik - Bangunan)
"Saya sudah 12 tahun ini merepotkan orang tua saya , untuk biaya sekolah saya, saat ini saya berupaya tidak merepotkan orang tua saya Bu"
*mulia sekali 'nak cita dan harap mu 
"trus kenapa Mas kok ambil SMK bangunan, memang cita-cita nya ya?"
"Saya ingin meneruskan jejak orang tua bu"
"Orang tua nya kerja di kontraktor juga? atau di konsultan atau punya PT yang bergerak dibidang konstruksi?"
....sedikit bingung menjawab pertanyaan saya
"kerja dibangunan bu..."
"Okay, di kontraktor mana?"
"Buruh bangunan bu"
.......jlebbbbb..... (sambil coba melihat data pribadi kandidat , padahal disana tertulis pekerjaan orang tua : Bapak - Buruh, Ibu - IRT) - memang saya yang tidak jeli (-_-)'
"Bersedia ditempatkan di Banjarmasin, atau di seluruh lokasi proyek?"
"Bersedia, Siap Bu"
"Lebaran ga akan pulang lho, gimana?" (pertanyaan iseng)
"Tidak apa-apa Ibu, "

Kandidat ini saat ini telah bergabung dengan kami :)
 ------------------------------

Perjalanan kehidupan manusia, entah 10 tahun kedepan "anak lulusan SMK" ini akan jadi apa dan seperti apa,
Perjalanan..... kita yang mengisi dengan upaya-upaya maksimal kita sebagai manusia, dan berserah kepada Nya, selalu mohon bimbingan dan mengingatiNya





Sabtu, 20 Juni 2015

Bagi saya, kamu itu "aku banget"

Bagi saya, kamu itu Manis, Laki2 banget, type saya banget deh!!!
Seneng bisa bareng sama kamu, bersyukur bisa dibersamai oleh kamu. Lelaki manis yang lelaki banget. Pemberani, jelas, tanggung jawab dan berbagai sifat laki-laki banget yang lainnya.

Kamu kurang romantis memang, tapi dibalik kekurangan romantis kamu, disanalah saya merasa bahwa kamu itu romantis. Mungkin karena kamu jarang mengumbar kata-kata romantis, jadi sekali nya kamu menyampaikan atau menanyakan suatu perhatian ke saya, itu sangat romantis bagi saya.

Dan tak jarang, kamu manja, :) dan atau bermanja-manaja ya, heeee :p
Memandag wajahmu apalagi saat kamu tertidur pulas, bagi saya cukup menghibur.
Walau kata orang lain kamu hitam dan lain-lainnya, namun bagi saya kamu Lelaki Ganteng, Manis dan "aku banget"

Hanya saja, semua seolah menjadi buyaaarrrr ketika kamu tak bisa menahan emosi kamu, keras dan semacamnya. Walau menurut kamu, memang begitu kamu kalau bicara. Tapi bagi saya itu "mengerikan" :'(

Yah bagaimanapun kamu,  saya tetap suka sama kamu :') :*
Saya akan menemani kamu, dan saya tetap berdoa kepada Pemilik kamu, agar senantiasa kita dijadikanNya pribadi yang lebih baik lagi, senantiasa terus menuju Nya, dengan berbagai kerapuhan dan keterbatasan kita. Serta saya berharap ; Dia mengampuni kita atas banyaknya sekali dosa dan khilaf diri ini

Aamiin

Teruntuk kamu, suamiku :')

Sabtu, 13 Juni 2015

Tak perlukan teman menikmati senja

Senja, tak hanya tenang dalam kondisi sepi atau sunyi. Dalam kebisingan pun senja tetap menenangkan. Seolah jiwa dan pikiran berirama menyatu dan mengarahkan diri untuk sekedar sejenak tenang, beristirahat sejenak, berserah.

Menyandarkan kepala di sisi jendela kendaraan shutle yang sedang melaju menuju tempat tujuan saya. Saat melewati perjalanan dikala senja, senja yang dapat saya intip diantara sela-sela pepohonan pinggir jalan. Senja yang semakin melambat undur diri berganti gelap nya malam.

Dan tak perlukan teman untuk menikmati senja. Hanya saja saya sedikit ingat bahwa ada seseorang yang memahami saya, tentang mengerti bahwa senja itu menenangkan bagi saya. Seseorang itu dengan rela menawarkan apakah saya ingin ditemani melihat senja, walau pertanyaannya sambil senyum konyol. Saya paham maksudnya, mungkin dalam hati nya "haddeh ga penting banget lihat2 senja" :)
Namun karena dia memahami sisi saat tenang bagi saya, dan dia peduli dengan itu, begitulah dia suka menawarkan diri, walau terkesan baginya 'konyol'

Bagaimanapun dia, dan entah apakah dia masih ingat tentang salah satu kekonyolan itu, semoga dia lebih ringan jalani hari nya, yaaaah minimal tak.lagi terbebani dengan tawaran pertanyaan yang dia siapkan setiap menuju senja, "ayo, mau menikmati senja hari ini? Perlu ditemani?"

:)

Minggu, 07 Juni 2015

Kehidupan, Kebutuhan dan Kemampuan

Kehidupan harus tetap berjalan.
Seperti itulah mereka pun berharap semua baik-baik saja, membahagiakan keluarga, istri, suami, dan anak-anak. Saya paham arti suatu kebutuhan, arti suatu hadirnya bahagia dalam suatu keluarga, salah satu nya terpenuhi nya kebutuhan  keluarga dengan memberikan apa yang mereka mampu.
Bekerja,  merupakan salah satu manusia bertahan hidup. Bekerja untuk mendapatkan penghasilan, dengan tujuan membahagiakan yang mereka cintai. Keluarga, orang tua, pasangan, dan anak-anak.
Walau mungkin memang tak semua sama, memiliki tujuan tulus untuk keluarga, beraneka manusia dengan beraneka niat dalam penggunaan penghasilannya.
Terkadang saya gemas melihat yang tidak begitu semangat dalam pencapaian jalan rejeki. Bukan juga saya yang sudah termasuk sangat semangat, tidak seperti itu juga. Saya hanya melakukan yang baik, semampu saya apa yang saya bisa. Toh, saya juga dalam keluarga sangat jauh belum menjadi istri dan Ibu yang baik.

Entah ada suatu keyakinan, jika kita semua sama-sama memiliki niat baik, maka hasilnya juga baik.

Dihadapkan pada situasi yang serba menekan perasaan, pertimbangan yang tak mudah. Saya berharap Allah selalu menunjukkan jalan kebaikan untuk semua.

Disisi lain saya berharap dapat keluar dalam situasi ini. Namun disisi lain juga, begitu seperti pecundang nya saya, meninggalkan kondisi yang sudah jelas ini bukan juga kemauan satu atau dua orang. Tak ada yang mengingkan kondisi ini semua. Dan apakah dalam kondisi seperti itu, kemudian saya keluar begitu saja. Namun saya sendiri mendekati batas patah, batas maksimal kemampuan saya.

:'(

Minggu, 17 Mei 2015

Pertolongan Nya saat detik-detik ketika.......

Akhir-akhir ini, beban pekerjaan sangat mendominasi pikiran dan energi saya. Saya merasa sangat bertanggung jawab dengan apa yang sudah Perusahaan berikan kepada saya. Mendapatkan suatu Proyek yang layak, merupakan harapan. Dan ketika itu sudah didapat, ada ujian yang harus saya hadapi, yaitu tim internal yang masih "mbulet". Dan membuat saya sedih, kenapa kok "mbulet", padahal ayolah saling support, ini proyek sudah kita dapatkan.
Berserah kepadaNya, berharap dia memberikan jalan. Dan bersyukur di H-1 akan KOM dengan cutomer, DIA mendatangkan orang yang kiranya bisa support utk proyek itu.
Pertolongan Nya sangat dekat, saat-saat detik ketika manusia sudah sangat merasa lemah. Dna hanya KepadaNya lah kami berserah dan bergantung. Namun bukan berarti berserah begitu adanya tanpa upaya.
Allah memang keren banget, terimakasih ya Allah... Semoga senantiasa Kau beri petunjuk agar  menjadi hamba yang terus "tahu diri".

Kamis, 09 April 2015

Berjalan sendirian-merenung dan terdiam

Saya merasa sangat nyaman ketika berjalan sendirian, merenung kemudian terdiam sejenak di suatu tempat.
Mengamati lalu lalang orang dengan segala aktivitas dan kesibukan masing-masing.
Mengamati langit yang terang, kemudian berubah menjadi senja dan menjadi gelap.
Ada suatu kenyamanan disana......

Kamis, 12 Maret 2015

Nyaman sebatas Teman

Mungkin kamu pernah merasakan berjalan bersama seorang lawan jenis dan bersenda, bercerita, berkeluh kesah apapun dengan nyaman.
Semua cerita mengalir, tanpa ada tekanan dan bebas bereksplorasi sesuai apa yang ada dalam pikiran. Tak ada batasan dalam berbicara, tak ada kekhawatiran dalam berucap dan bersikap. Seolah sangat sudah saling mengerti dan memahami satu sama lain.

Namun terkadang saat 'makhluk nyaman' itu berganti status 'bukan teman' , kenyamanan menjadi seperti tak seperti itu adanya :) .

.....bersambung

Jumat, 23 Januari 2015

-Jogja-

Berada di kota ini, hari in. Tak lama... seperti yang sdah-sudah, hanya sejenak dan bukan untuk hitungan berari - hari. Hanya hitungan jam dan paling lama pun 1 malam menginap.

Kota Jogja adalah kota impianku sejak SD. Kuliah di Jogja dan mengisi masa muda ku di kota ini. Begitulah harapanku 'dulu' saat masa kanak ku. Cita-cita tetap aku upayakan dan aku raih untuk dapat melanjutkan perjalanan hidup selepas lulus Dimploma 3, bermaksud melanjutkan ekstensi Strata 1 di UGM. Namun Allah berkehendak dan merencanakan yang lain untuk aku. Aku tidak lulus saat ujian S-1. Sangat kecewa, dan itu kekecewaan mendalam selama usia ku saat itu (21 tahun). Begitu mendalam-sangat.

Yah dan saat ini ...9 tahun sudah berlalu, semakin aku memahami bahwa inilah perjalanan yang Allah sediakan untuk aku, jauh lebih baik aku yakin itu. Aku bahagia, sangat bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan untuk aku. KetentuanNya jauh lebih membahagiakan ketimbang sekedar rencana-rencana ku yang begitu pasti penuh keterbatasan ini.

Aku bersyukur apa yang aku harapkan dapat tercapai, yah berkunjung berkali kali ke kota Jogja ini. Saat ini adalah untuk keperluan pekerjaan. Dan semua biaya hidup dan perjalanan dtanggung oleh perusahaan. Begitu KEREN dan HEBAT nya DIA. DIA tak ingin  aku 'repot' hidup di kota ini. Dan DIA sudah sediakan kapan waktu yang tepat aku berada berkunjung ke kota ini.

ALhamdulillahirrabilalamiin. Semua ini penuh makna, penuh arti. Terimakasih Allah, Terimakasih atas curahan kasih Mu, Cinta Mu.

Senin, 19 Januari 2015

Tak Sekedar perlu yang Baik jika untuk kamu....

"....memerlukan pendamping", ya aku tahu itu. Apalagi di usia yang sudah tidak muda lagi, 33 tahun. Mungkin buat beberapa orang tidak terlalu menjadi suatu persoalan, belum menikah pada usia 33 tahun, apalagi itu untuk laki-laki. Hanya terlepas hal itu menjadi persoalan atau tidak, tetap saja kehadiran seorang pendamping tetap dibutuhkan.

Dan kamu, aku berharap dipilihkan seorang perempuan yang begitu spesial dan luar biasa, yang sholehah, kuat, gigih nan lembut dari Allah. Karena aku tahu telah begitu sangat lelah menjalani hari demi hari dalam perjalanan kamu. Masa kanakmu, masa menuju remaja mu, masa remaja mu dan masa dewasa mu kini. Berharap kamu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam langkah - langkah kedepan kamu. Aku yakin kamu pasti bisa, aku yakin kamu bisa. Allah selalu membersamai, kamu yg tetap semangat dan tenang. Buat Emak dan Bapak bahagia, buat di ujung senja usia nya tersenyum tenang.

Terimakasih untuk banyak hal yang sudah kamu ajarkan ke aku, arti tenang, arti kesederhanaan, arti perenungan, arti perjalanan, arti kewajiban sebagai istri, arti kewajiban sebagai hambaNya, arti 'nrimo',

Aku hanya bisa doakan kamu..... seperti yang aku bilang tadi, harapan-harapanku.


Sabtu, 17 Januari 2015

Ingin ke Kediri sendiri saja

Ga tahu kapan bisa tercapai, pergi ke Kediri sendirian saja. Ya. hanya sendiri, menikmati udara nya, yang tentu sudah tak sama dengan 20 tahun lalu. Dan yang tentu suasana yang sudah jauh berbeda dengan dahulu saat masa kanak ku. Aku ingin sendiri agar tak ada yang mengenaliku, agar aku benar-benar menikmati dan flash back masa kanak ku. Masa yang sangat membahagiakan, berlari bebas, tertawa tanpa batas pikiran beban apapun. 
Bersepeda tak tentu arah, sekuat kaki ini mengayuh, disanalah 'berhenti' . Yah masa kanak yang bahagia, ceria di kota itu. Menikmati sawah, berlarian di kebun tebu milik orang lain-tak luput jg mencabut tebu tanpa seijin yang empunya. Masuk menelusuri sungai memburu kepiting, yuyu dan hewan sejenisnya, sekedar untuk membahagiakan diri. Seperti itulah tingkat bahagia ku, cukup bisa berlari tanpa mengenakann sandal, cukup tidak adayg mengomeli saat hujan-hujanan di luaran rumah, saat bisa menaiki pohon mangga hingga ujung nya, dan sejenak bersantai di dahan pohon mangga atau jambu terkadang yang sering aku naiki.

Ingin sendiri saja kesana, berdiam di beberapa tempat. Sekedar memutar kenangan lalu. Mungkin menyewa sepeda motor atau menggunakan transportasi apa saja yang bisa mengantarkan ku untuk sejenak mengenang bagian per bagian masa kanak ku.

Ingin sendiri saja ke kota itu, bukan tak merindukan sahabat-sahabat saat masa kanak dulu, namun ini memang moment untuk aku hanya untuk aku. Tak untuk memperbincangkan siapapun bahkan masa saat sekarang. Hanya aku dan masa kanak ku. Mungkin ada harap berkunjung k Guru masa SD ku, sudah itu saja.

Kesana apalagi jika ada acara "jaranan" heheee... hm aku pasti sangat bahagia. Bau menyan yang khas dan dandanan para personil jaranan yang gak kalah keren nya dengan dandanan para artis.

Tentu tak lupa kuliner nya, bakso, nasi pecel, rujak cingur, soto prapatan sukorame dan semua yang ada di sana, jika tak terpenuhi dalam wadah perutku.... ya tak apa cukup aku melewati saja sepertinya sudah bahagia.

Ingin ke Kediri sendiri saja, :)