TR

TR

Minggu, 25 November 2012

hhooo... tempat sampah???


Saat kamu udah mulai jadi tempat sampah,

please deh eeeaaa, kamu harus berpikir "waras"

Jadi tempat sampah itu, saat cuma dikasi gaenak nya doang, hheeeheeeheee..... hhuahaaahiiihooho ##%&(+_(&%$@!@$^*)++":/.,.;'/[]]":?,./;[-=

kalau kamu ngga suka atau hal apapun yang bikin ngga pas ama selera kamu, seringnya dibuang ke tempat sampah,
nah sama juga kalau kamu dah diperlakukan sebagai tempat sampah, dddeeeuh jauh jauh deeeeh, mendingan tu orang ga usah ada sekalian!

Dan tolong bilang "cari deh tong sampah yang laen" yang masih menampung segala ke tidak enakan,

(-_-)v


bla... bla... bla....


Sabtu, 24 November 2012

?

sangat - sekali - tapi pas

biasa saja, tapi kok manis
selera yang aneh


mendingan pertimbangkan baik-baik


Kemarin ketemu sama sahabat yang lama sudha tidak bertemu, dia cerita kalau 4 bulan lagi mau menikah..... (seneng dapat kabar nya)
Nah, ditengah cerita dia bilang, kalau dari pihak orang tua 'calon' nya itu kurang "sregh" sama dia, karena pendidikan terakhir nya sebatas SMA, ya terus aku bilang "kamu tinggal kuliah lagi aja, apa ribet nya"

kemudian berlanjut bahwa sekarang masalah nya bukan itu, dia bilang "masalahnya dari diriku sendiri, kalau aku sendiri ngrasa kurang mantap sama 'calon' ku "

wah ribet juga ni orang, pikirku.....

"Yang pasti kamu harus pikirkan bener-bener, pertimbangkan baik-baik,,, minta petunjuk Nya"

melihat cerita sahabat aku tadi, memang kadang menjadi sesuatu yang membimbangkan., saat udah mau nikah, eh ada kebimbangan hadir, waaaaawhhh......

ya buat temenku tadi ; semoga selalu dalam keadaan okay yach kamu,

Selasa, 20 November 2012

masalah?? penting ya? trus harus bilang "wow" ????

Aneh ya, aku ga pernah ngerti deh
Orang ko ga jelas banget, pengen tahu aja urusan, maksud, dan kepentingan orang lain
Emang kamu Team KPK ? team Panwaslu ? wakil kepresidenan ?
eeeeaaa bukaaan juga laaaah yaaa

Terus masalah buat kamu kalau diem ga ngurusin orang laen
Bawaan nya jelekin, bikin berita ga bener, mempengaruhi orang ber-kesan ngga baik ke orang lain,

Kecewa sih boleh boleh aja,
tapi ngga juga lah ya sampai menyampaikan berita yang NGARANG

Ya kalau ga berhasil sih, ya terima aja deh

Belum tentulah apa yang kita inginkan semua itu bisa tercapai,

dah lah jangan ke PD an juga, GR banget sih

*ini yang nulis lagi emosi , lagian ada juga org ga jelas ky gitu

hhhahaaaaaaaaaaahaaa.....hhhaaddeeeh
asssseeeeek eeeeeeeeeaaaaaaaaaaaa

Sabtu, 17 November 2012

manis :-(


Manis

Pas, ga kurang ga lebih

hay,

hellow

dan

assalamualaikum,

buat kamu yang manis

Jumat, 16 November 2012

denger lagu - lagu malaysia..hhohoo

hhhehhhehiihoohoo

seru nih denger2 lagu-lagu malaysia jaman2 dulu SD - SMP,
(dulu inget bgt kalau aku suka lagu2 begini, ada yang katain  kampungan lah, etc... :p )

assseeeeekkk.... lanjuutt.................----->


Kamis, 15 November 2012

emang paling ribet kalau ga tulus

|$^&*()++)(*~`~!@#":>,./;[]=-!!!*&^#$!@#```~_++_+?";.,/"}{\\

Aa\\\mpppun ampunaaaann

hakikatnya kembali lagi pada penghargaan diri, kurasa ya kalau ga ngrasa banyak keinginan untuk dihargai atau diperhatikan, santai aja tuh,
brarti ga tulus klo kayak gt, tapi kan beda tipis juga akhirnya anatara tulus dan tdk perduli, hieehhehooheee

dibuat santai sebenernya bisa loh, ribet amat urusan jadinya kalau ga tulus,
tulus salah satu bagian letak ketenangan,

Minggu, 11 November 2012

Keutamaan Iffah dan Bersabar Kategori: Majalah AsySyariah Edisi 061

(ditulis oleh: Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa’di)
Abu Sa’id al-Khudri z menyampaikan sabda Rasulullah n yang mulia:
وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
“Siapa yang menjaga kehormatan dirinya—dengan tidak meminta kepada manusia dan berambisi untuk beroleh apa yang ada di tangan mereka—Allah l akan menganugerahkan kepadanya iffah (kehormatan diri). Siapa yang merasa cukup, Allah l akan mencukupinya (sehingga jiwanya kaya/merasa cukup dan dibukakan untuknya pintu-pintu rezeki). Siapa yang menyabarkan dirinya, Allah l akan menjadikannya sabar. Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 2421)
Hadits yang agung ini terdiri dari empat kalimat yang singkat, namun memuat banyak faedah lagi manfaat.
Pertama: Ucapan Nabi n:
وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ
“Siapa yang menjaga kehormatan dirinya—dengan tidak meminta kepada manusia dan berambisi untuk beroleh apa yang ada di tangan mereka—Allah l akan menganugerahkan kepadanya iffah.”
Kedua: Ucapan Nabi n:
وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ
“Siapa yang merasa cukup, Allah l akan mencukupinya (sehingga jiwanya kaya/merasa cukup dan dibukakan untuknya pintu-pintu rezeki).”
Dua kalimat di atas saling terkait satu sama lain, karena kesempurnaan seorang hamba ada pada keikhlasannya kepada Allah l, dalam keadaan takut dan berharap serta bergantung kepada-Nya saja. Adapun kepada makhluk, tidak sama sekali. Oleh karena itu, seorang hamba sepantasnya berupaya mewujudkan kesempurnaan ini dan mengamalkan segala sebab yang mengantarkannya kepadanya, sehingga ia benar-benar menjadi hamba Allah l semata, merdeka dari perbudakan makhluk.
Usaha yang bisa dia tempuh adalah memaksa jiwanya melakukan dua hal berikut.
1. Memalingkan jiwanya dari ketergantungan kepada makhluk dengan menjaga kehormatan diri sehingga tidak berharap mendapatkan apa yang ada di tangan mereka, hingga ia tidak meminta kepada makhluk, baik secara lisan (lisanul maqal) maupun keadaan (lisanul hal).
Oleh karena itu, Rasulullah n bersabda kepada Umar z:
مَا أَتَاكَ مِنْ هذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلاَ سَائِلٍ فَخُذْهُ, وَمَا لاَ فَلاَ تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ
“Harta yang mendatangimu dalam keadaan engkau tidak berambisi terhadapnya dan tidak pula memintanya, ambillah. Adapun yang tidak datang kepadamu, janganlah engkau/menggantungkan jiwamu kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 1473 dan Muslim no. 2402)
Memutus ambisi hati dan meminta dengan lisan untuk menjaga kehormatan diri serta menghindar dari berutang budi kepada makhluk serta memutus ketergantungan hati kepada mereka, merupakan sebab yang kuat untuk mencapai ‘iffah.
2. Penyempurna perkara di atas adalah memaksa jiwa untuk melakukan hal kedua, yaitu merasa cukup dengan Allah l, percaya dengan pencukupan-Nya. Siapa yang bertawakal kepada Allah l, pasti Allah l akan mencukupinya. Inilah yang menjadi tujuan.
Yang pertama merupakan perantara kepada yang kedua ini, karena orang yang ingin menjaga diri untuk tidak berambisi terhadap yang dimiliki orang lain, tentu ia harus  memperkuat ketergantungan dirinya kepada Allah l, berharap dan berambisi terhadap keutamaan Allah l dan kebaikan-Nya, memperbaiki persangkaannya dan percaya kepada Rabbnya. Allah l itu mengikuti persangkaan baik hamba-Nya. Bila hamba menyangka baik, ia akan beroleh kebaikan. Sebaliknya, bila ia bersangka selain kebaikan, ia pun akan memperoleh apa yang disangkanya.
Setiap hal di atas meneguhkan yang lain sehingga memperkuatnya. Semakin kuat ketergantungan kepada Allah l, semakin lemah ketergantungan terhadap makhluk. Demikian pula sebaliknya.
Di antara doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi n:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, iffah, dan kecukupan.” (HR. Muslim no. 6842 dari Ibnu Mas’ud z)
Seluruh kebaikan terkumpul dalam doa ini. Al-huda (petunjuk) adalah ilmu yang bermanfaat, ketakwaan adalah amal saleh dan meninggalkan seluruh yang diharamkan. Hal ini membawa kebaikan agama.
Penyempurnanya adalah baik dan tenangnya hati, dengan tidak berharap kepada makhluk dan merasa cukup dengan Allah l. Orang yang merasa cukup dengan Allah l, dialah orang kaya yang sebenarnya, walaupun sedikit hartanya. Orang kaya bukanlah orang yang banyak hartanya. Akan tetapi, orang kaya yang hakiki adalah orang yang kaya hatinya.
Dengan ‘iffah dan kekayaan hati sempurnalah kehidupan yang baik bagi seorang hamba. Dia akan merasakan kenikmatan duniawi dan qana’ah/merasa cukup dengan apa yang Allah l berikan kepadanya.
Ketiga: Ucapan Nabi n:
وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ
“Siapa yang menyabarkan dirinya, Allah l akan menjadikannya sabar.”
Keempat: Bila Allah l memberikan kesabaran kepada seorang hamba, itu merupakan pemberian yang paling utama, paling luas, dan paling agung, karena kesabaran itu akan bisa membantunya menghadapi berbagai masalah. Allah l berfirman:
“Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (Al-Baqarah: 45)
Maknanya, dalam seluruh masalah kalian.
Sabar itu, sebagaimana seluruh akhlak yang lain, membutuhkan kesungguhan (mujahadah) dan latihan jiwa. Karena itulah, Rasulullah n mengatakan: وَمَنْ يَتَصَبَّرْ  “memaksa jiwanya untuk bersabar”, balasannya: يُصَبِّرهُ اللهُ  “Allah l akan menjadikannya sabar.”
Usaha dia akan berbuah bantuan Allah l terhadapnya.
Sabar itu disebut pemberian terbesar, karena sifat ini berkaitan dengan seluruh masalah hamba dan kesempurnaannya. Dalam setiap keadaan hamba membutuhkan kesabaran.
Ia membutuhkan kesabaran dalam taat kepada Allah l sehingga bisa menegakkan ketaatan tersebut dan menunaikannya.
Ia membutuhkan kesabaran untuk menjauhi maksiat kepada Allah l sehingga ia bisa meninggalkannya karena Allah l.
Ia membutuhkan sabar dalam menghadapi takdir Allah l yang menyakitkan sehingga ia tidak menyalahkan/murka terhadap takdir tersebut. Bahkan, ia pun tetap membutuhkan sabar menghadapi nikmat-nikmat Allah l dan hal-hal yang dicintai oleh jiwa sehingga tidak membiarkan jiwanya bangga dan bergembira yang tercela. Ia justru menyibukkan diri dengan bersyukur kepada Allah l.
Demikianlah, ia membutuhkan kesabaran dalam setiap keadaan. Dengan sabar, akan diperoleh keuntungan dan kesuksesan. Oleh karena itulah, Allah l menyebutkan ahlul jannah (penghuni surga) dengan firman-Nya:
Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Ar-Ra’d: 23—24)
Demikian pula firman-Nya:
“Mereka itulah yang dibalasi dengan martabat yang tinggi dalam surga karena kesabaran mereka….” (Al-Furqan: 75)
Dengan kesabaranlah mereka memperoleh surga berikut kenikmatannya dan mencapai tempat-tempat yang tinggi.
Seorang hamba hendaklah meminta keselamatan kepada Allah l, agar dihindarkan dari musibah yang ia tidak mengetahui akibatnya. Akan tetapi, bila musibah itu tetap menghampirinya, tugasnya adalah bersabar. Kesabaran merupakan hal yang diperintahkan dan Allah l-lah yang menolong hamba-Nya.
Allah l menjanjikan dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya bahwa orang-orang yang bersabar akan beroleh ganjaran yang tinggi lagi mulia.
Allah l berjanji akan menolong mereka dalam semua urusan, menyertai mereka dengan penjagaan, taufik dan pelurusan-Nya, mencintai dan mengokohkan hati serta telapak kaki mereka.
Allah l akan memberikan ketenangan dan ketenteraman, memudahkan mereka melakukan banyak ketaatan.
Dia juga akan menjaga mereka dari penyelisihan.
Dia memberikan keutamaan kepada mereka dengan shalawat, rahmat, dan hidayah ketika tertimpa musibah.
Dia mengangkat mereka kepada tempat-tempat yang paling tinggi di dunia dan akhirat.
Dia berjanji menolong mereka, memudahkan menempuh jalan yang mudah, dan menjauhkan mereka dari kesulitan.
Dia menjanjikan mereka memperoleh kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan.
Dia juga akan memberi mereka pahala tanpa hitungan.
Dia akan mengganti apa yang luput dari mereka di dunia dengan ganti yang lebih banyak dan lebih baik daripada hal-hal yang mereka cintai yang telah diambil dari mereka.
Allah l pun akan mengganti hal-hal tidak menyenangkan yang menimpa mereka dengan ganti yang segera, banyaknya berlipat-lipat daripada musibah yang menimpa mereka.
Sabar itu pada mulanya sulit dan berat, namun pada akhirnya mudah lagi terpuji akibatnya. Ini sebagaimana dikatakan dalam bait syair berikut.
وَالصَّبْرُ مِثْلُ اسْمِهِ مُرٌّ مَذَاقَتُهُ
لَكِنَّ عَوَاقِبَهُ أَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ
Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya
Akan tetapi, akibatnya lebih manis daripada madu.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
(Diterjemahkan Ummu Ishaq al-Atsariyyah dari kitab Bahjatu Qulubil Abrar wa Qurratu ‘Uyunil Akhyar fi Syarhi Jawami’il Akhbar, hadits ke-33, hlm. 9l—93, Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa’di t)

Jumat, 09 November 2012

Senin, 05 November 2012

Minggu, 04 November 2012

Ayo terus berkarya dan menjadi manfaat


Saat ini dalam usia 27 tahun menjelang 28 tahun, masih banyak banget yang seharusnya bisa dikaryakan,
Ddeeeh sayang bener deh kalau hidup cuma dibuat mikirin yang sebenernya ngga nguntungin, nguntungin diri sendiri aja ngga, palagi buat orang lain, sedangkan kita sebagai hamba sudah seharusnya menjadi manfaat buat orang lain, menjadikan jalan kemudahan untuk sesama

Lha kalau buat sendiri nya aja ruwettt, mu bisa jadi jalan kemudahan bagi yang lain gimana, (-.-)'
Kehidupan itu ngga sebatas kesenangan, keidealan, kebahagiaan aja lah ya, kehidupan ngga lepas juga ada kesedihan, kesendirian, kesabaran, keperihan (hiks) ya begitulah , berbagai kombinasi rasa dalam kehidupan,

Enjoy it!

Sempet sih tadi pas jalan-jalan lihat keidealan orang lain, hhmm tapi segera aku enyahkan rasa rasa yang menjadikan hati perii, :'-) ..... karena kalau dilanjutkan bawaan nya sediiiiy,

Dan dengan cara NYA, pasti DIA tahu apa yang aku pikirikan saat melihat banyak pasangan muda bersama anak2 nya Balita gitu jalan-jalan dan yach happy lah ku lihat,
kala aku tengok anak-anak perempuan berkerudung dan mengenakan pakaian sangat sopan,  dan aku bertanya ke salah satu dari mereka "dari sekolahan ya dik?" kemudia muslimah kecil itu menjawab "dari panti~dengan senyum yang sangat menyejukkan aku,..."
 "panti?... oh iya sayang panti dimana nak, sama siapa kesini?"
kemudian muslimah kecil itu menjawab "PYI di pasteur, sama akhwat-akhwat yang lain :) "

~~~~~ rasanya hati ku ini seperti diingatkan oleh NYA arti sebuah rasa syukur, "PANTI ASUHAN" mereka tanpa kedua orang tua nya, ya Allah :'-( ~~~~

Dan coba renungin lagi deh, Allah tuh udah bener2 kasi yang terbaik dengan kondisi saat ini, belum tahu aja nanti indah nya..... :-p , pecayalah,

Dan, sekarang kembali kumpulkan semangat lagi untuk berkarya dan menjadi manfaat untuk banyak orang, menjadi jalan kemudahan untuk sesama, ngga usah ribet dengan diri sendiri,

Siiipppp, BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM,