Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyikapi sayang dan cinta sesungguhnya


Dia pernah merasakan tanpa cinta namun hakikatnya itulah sesungguhnya cinta,
Tak berdasarkan benci atau apapun, kecuali hanya ingin orang itu bahagia,
Dan sangat bahagia saat orang itu bahagia, walau mungkin orang itu ngga tahu
Dia merasakan itu semua,
Namun mungkin orang itu merasa dia tidak baik, dia tidak peduli, dia tidak mencintai dan tidak menyayangi orang itu,
Namun semua tersimpan, bahwa dia mencintai dengan segala kerendahan hatinya,
Cinta tanpa dominasi nafsu syahwat, lelah pun tak dia rasa semua untuk cinta dalam menghamba pada Nya, menajalankan kewajiban,

Cinta dengan TULUS,
Nikmat dirasakan oleh hati, meski terlihat oleh orang lain seperti "susah", namun tak begitu adanya

TULUS tidak menyertakan keseluruhan yang ada pada diri untuk bersandar pada orang yang kita cinta,



 Berempati - tepo seliro,
------------------


3 komentar untuk "Menyikapi sayang dan cinta sesungguhnya"

Anonim 26 Agustus 2012 pukul 01.12 Hapus Komentar
...seperti angin yang berubah, kadang waktu begitu cepat untuk daun meninggalkan dahannya
Anonim 26 Agustus 2012 pukul 01.17 Hapus Komentar
...dan lilin pun lebur demi cahaya
Tuangkan Renung 26 Agustus 2012 pukul 16.00 Hapus Komentar
:-) terims