TR

TR

Rabu, 21 Maret 2012

Sekedar berbincang, namun kapan kau pulang




*Saat ingin ku menulis, ijinkan kupinjam jasadmu untuk imajiku


Kehidupan kota yang sulit untuk mendapatkan sebuah arti tenang
Suasana pagi yang berkabut dan berembun
Desa itu menanti, seperti dulu masa kecil pernah kurasakan hembusan angin di sawah
Pernahku bersenda bersama teman - teman kecilku di gubug itu

Dan kau seperti layaknya teman - teman kecilku dulu
Kehadiranmu......
Awal ku melihatmu, mengingatkan ku pada mereka
Sederhanamu membuat ku menanti

Menanti dalam waktu terhenti atau tak henti, entahlah.....

Berbincang bersamamu selalu saja dalam riuh nya kesibukan kota
Setelah lama disibukkan dengan aktivitas yang sama
Kapan kamu pulang ke desa,
Pulang yang tak pasti kemana dan dimana

Desa itu menanti, akankah kita selalu di kota?




***Sudah dulu ngehayalnya***


Tidak ada komentar: