TR

TR

Minggu, 20 November 2011

Keteraturan dan keharmonisan Ketentuan-Nya

(Bandung; 20112011; 01:00)

Kisah dan kisah,
Masa lalu, tak terulang
Saat ini dan masa sekarang.........

Saat.....
"Kehampaan hati dalam sebuah kebersamaan"

Kemudian dalam renungan malam ini, terangkai kalimat untuk ku pribadi sebagai pengingat jiwa yang terkadang lupa dan lena;

"Belajar menghargai seseorang yang telah berada di sisimu...........
Belajar untuk mensyukuri nikmat Allah SWT dan belajarlah menerima takdirNya..........
Hidup kita bukan saja mencari cinta semata mata,  
tetapi mencari keridhaanNya,"


>>>>>>>>>>>>Belajarlah mensyukuri nikmat Nya,<<<<<<<<<<<<<<<<<
>>>>>>>>>>>>Belajarlah menerima takdir Nya,<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Memang harus proses belajar ketika harus menerima dan menjalani ketentuan Nya, yang terkadang tak selaras dengan harapan, tak seindah harmonisasi angan dan impian, begitulah kehidupan.


Kehidupan adalah Penghambaan, bukan suatu keangkuhan. Terkadang tanpa sadar, aku dengan keangkuhan ku mengatur segala halnya hanya sesuai keinginan dan nafsu yang dominan.
Siapalah aku?, Tak ada daya apapun sesungguhnya.

Kesedihan sekalipun adalah bagian dari harmonisasi- keteraturan- keseimbangan - keindahan  dari ketentuanNya. Dia ingin meraih hambaNya untuk bersamaNya. Walau tak banyak dari hambaNya, termasuk aku (khususnya...) "berkeluh dan kesah" akan setiap arti kesedihan. Ya mungkin jika sesaat 'wajar', namun 'tak wajarlah' bila berlarut-larut dalam sebuah kesedihan.
Seolah jiwa telah hancur, menandakan quality akan iman itu perlu dipertanyakan, (ampun ya Rabb)
Tak banyak kesedihan akan cinta kepada sesama hamba Allah, begitu dalamnya terkadang larut. Ketika yang dicintai nya tak membalas cinta nya atau pun meninggalkan nya, dan atau mengkhianati atau apapun itu.
Sehingga luka lah yang ada.Cobalah belajar menerima ketentuan Nya, yakinkan dengan ini, jiwa mu dan hatimu akan terobati.

Seiring proses belajar menerima ketentuanNya, tetapkanlah setia dengan segala kondisi yang terjadi,
"setia tetap berjalan dijalanNya". walau sungguh kuakui begitu berat dan sangat berat. Tak semudah kalimat itu tertuang dalam blog ini. Entah kualitas dari iman ku yang rapuh, atau entah kenapa kurasa begitu berat. 

Pesan seorang sahabat, sesungguhnya tidak berat, hanya kita yang menjadikan itu berat. Ya, memang aku sependapat dengan yang telah disampaikan beliau. Namun sahabat, kok masih tetap berat rasanya.... ujian akan keindahan dunia dan kesenangan semu hadir dan hadir, ku coba lalui itu dengan penuh belajar "setia", semoga saja aku berhasil hingga akhir hayatku, (aamiin)

Masa lalu yang sudah kelam, apakah akan terus ditambah dengan kegelapan dan tak pernah akan ada setitik cahaya lagi untuk penghisaban ku nanti. sering terngiang kalimat seperti itu, sebuah kalimat penyemangat ku untuk berusaha istiqomah (keteguhan hati untuk tetap beribadah dijalan Allah).
Dan aku yakin, ampunanMu begitu luas Tuhan, 

Ketentuan Nya adalah yang paling indah, segalanya telah Engkau sempurnakan dari kisah demi kisah.
Keteraturan dan keharmonisan Ketentuan-Nya

Tidak ada komentar: