TR

TR

Sabtu, 20 November 2010

Netralkan

Netralkan Rasa, Hati dan Fikir.

Ngga berpihak ke sana gak berpihak kesini
Gak Suka dan gak Benci
Ngga Mikirin juga Ngga Nginget-nginget

Netral.
Biasa.
Ngga memperpautkan kepada apapun.

--nuju tunduh--

Rabu, 10 November 2010

Tidak untuk dicatat dan dibaca saja wahai diri

Biar tidak lupa, maka di catat!

Aqidah: Yang Membenarkan dengan keYAKIN an tanpa ada keraguan/kebimbangan seidkitpun.

Yang di YAKINi adalah perkara mendasar, maksud dari mendasar adalah pemikiran yang menyeluruh tentang Alam, manusia dan kehidupan.

Pemikiran yang menjawab atas pertanyaan mendasar manusia.

Apa saja pertanyaan mendasar itu?

Ada 3, yaitu:

1. Dari mana kita berasal?
2. Untuk apa kita diciptakan?
3. akan kemana nanti?

(Daurah -aduh tadi apa ya- lupa, 'maaf pak ustadz)

Semoga tidak hanya di catat dan di baca saja, (Amin ya Rabbal alamin)

Gimanapun

Bagaimanapun 
Apapun
Seperti apapun
Beginipun
Seperti itupun 

Ngga bisa terhapus kan

Sepuluh tahun nih
ya begitu tetap begitu

Meski pemikiran itu ke aku seperti itu dan bagaimanapun 

Ngga pernah bisa berubah




Pasti aku sudha sangat buruk dalam penilaian

Ya aku rasa aku jauh lebih buruk dari penilaian itu


Apapun itu akan tetap begitu


(nulis apa sih!!!)


Senin, 08 November 2010

Menerima dengan senang hati

Lapangkan dalam kesempitan
Kuatkan dalam kelemahan

Akan selalu senang , bahagia,

Terimakasih ya Allah,

Renungan Tanpa Logika

Renungan tanpa logika
Beginilah.................
(naon sih!)

Bisa kah aku menemuimu?
Sesaat tapi berkesan.
ingat satu kata dari kamu,
Begini dialog nya:
"Kamu lagi apa?"
aku jawab "lagi denger musik, kamu lagi apa"(ketika itu jam menunjukkan pukul 11.30 malam)
"Lagi ngaji" begitu lah jawab kamu
"jam segini kamu baca quran?"
"ngaji aja saya kayak gini, apalagi gak ngaji? :-)" --dan kamu tersenyum , gak kelihatan sebenrnya kamu senyum pa ngga, lha lewat telephone.

kalimat itu yang masi terus teringat di ingatan ku.

Dan kisah-kisah perjuangan hidup kamu.
Kamu sempat jadi tukang cuci motor,
Kamu merantau ke Ibu Kota demi bisa biayain adik-adik kamu.

Sikap rendah hati kamu, aku banyak belajar dari sikap kamu itu.
Malu banget kalau ketemu kamu.
Tau ngga aku waktu hari terakhir kita yang 'seharusnya' ketemu,

Aku saking Malu banget, aku sembunyi di belakang mobil - mobil yang parkir itu.
Aku lihat kamu lagi celingukan nyari-nyari sesuatu, entah mencari apa!
Tapi aku sengaja gak muncul di depan kamu
Aku malu banget.
Parah ya aku, maaf  in ya, bukannya aku ga mau ketemu kamu.
4 tahun yang lalu itu,
Yang seharusnya aku terakhir bertemu kamu, aku gak muncul,
Maaf ya, maafin,

Bisa ngga ya 4 tahun yang lalu itu di ulang kembali.
Aku gak akan sembunyi deh di belakang mobil yang lagi parkir.
Aku bakal temui kamu dan bilang
"c*nd**, aku banyak belajar kisah hidup dari kamu, perjuangan hidup kamu ngena banget, dan bisa buat aku jadi seperti ini, buat aku ngga semudah itu mundur menjalani ujian hidup, Makasih banget ya, kamu sekarang udah kerja? kamu kerja dimana? udah nikah? anak kamu berapa? semoga kamu baik-baik aja, makasiiiih banget ya,"

Hhhhhhhhhhhhhhhhhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaayyyyyyyyyyyyyyyyyy
Kamu!
Semoga bisa bertemu kamu (Amin ya Rabbalalamin), dan mendengar kembali kisah-kisah kamu yang buat aku terus berjuang menghadapi perjuangan HIDUP kaya' kamu. yyyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaak!!!