TR

TR

Kamis, 28 Oktober 2010

Topeng dan Kemunafikan

Astaghfirullohaladzim,
Astaghfirullohaladzim,
Astaghfirullohaladzim,


Saat ku kenakan Topeng ku,
Mana ada yang tau 'aku mengenakan topeng'
Yang tahu hanyalah diriku, Malaikat dan Allah,

Topeng alim, Topeng ketaatan
Owh hebat nya aku mengenakan topeng topeng itu
Mereka akan menganggap aku memang seperti itu
(Padahal itu kan Topeng!),

Sungguh sebenarnya tidak sedemikian itu,
Kemunafikan lah diri ini
Hanya suatu kepura-puraan di hadapan Makhluk
Sesuatu yang dibenci oleh Allah,
'Kemunafikan'
Mengetahui namun tiada di amalkan
Diamalkan hanya untuk dilihat makhluk

Saat ini berusaha ku lepas topeng-topeg kemunafikan ini
dalam Taubat ku
Meski sesungguhnya sangat Malu pada Allah
Teramat sangat malu,

Namun dalam renungku,
Tak cukup dengan Malu, tapi tanpa pembuktian
Pembuktian untuk melepas topeng dan menjadi apa adanya.

Bukan suatu kemunafikan.
Sudah hentikan berkata bila tidak dilakukan
Berhentilah dalam berbicara ketika apa yang disampaikan tak ku amalkan.
Tak usahlah berkata bila yang dikatakan berlawanan dengan yang dilakukan
Apakah itu kalau bukan MUNAFIK dan mengenakan Topeng.

Begini adanya,
Buruk kah penilaian kamu sebagai makhluk.
Biarlah, ini lah aku denga segala kekurangan dan ketidak benaran

Aku disini yang sedang berusaha melepas kan topeng

Semoga Allah menguatkan dan meneguhkan dalam tiap Taubat












Rabu, 27 Oktober 2010

Cukupkan Engkau bagiku

Aku Yakin Allah menuntun ku dalam setiap ketentuan Nya.
Ya Allah, aku lemah,
Perkuat aku ya Allah dengan iman
Aku berusaha untuk terus sabar,
janji Mu itu pasti
Janji terhadap orang-orang yang bersabar.
Aku akan bersabar menjalani ketentuan Mu.

Entah kapan buah dari kesabaran itu akan ada.
Aku akan terus bersabar.
Menanti keindahan itu.
Indah bersama Mu.
Hanya itu yang aku harapkan.
Biarlah kebersamaan dengan makhluk begitu saja terlalui tanpa keindahan.
Biarlah ya Allah,

Kebersamaan dengan Mu, sulit untuk hamba raih.
Astaghfirullohaladzim,
Ampuni hamba ya Allah,
Takut, hamba takut dengan dosa-dosa yang telah hamba lakukan,
Bagaimana hamba bisa menebusnya ya Allah,

Hamba takut siksa neraka-Mu
Hamba tak kuasa ya Allah saat pengadilan Mu nanti hadir
Tak kuasa hamba menjalani semua Peradilan itu.
Kuatkan dan teguhkan Taubat hamba.

Tuntun hamba bersama hamba Mu yang sholeh ya Allah,
Cambuk hamba ketika terlupa.
kebodohan dari diri ini.
Astaghfirullohaladzim,
Ampun ya Rabb,
Ampun,

Mohon Terangi hamba ya Allah,
Tuntun hamba
Hamba mohon kuatkan hamba, hamba mohon,
Beri petunjuk dalam kegelapan,
Amin ya Rabbal alamin,
Alhamdulillahirabbilalamin,
---------------------------
Cukupkan ku hanya engkau
Tak terkecuali hanya Engkau
---------------------------

Selasa, 26 Oktober 2010

Menyesakkan namun Menenangkan

Pagi tadi merenung.
Ya Allah, sepi, seperti hidup hanya sendiri

Ah tapi tidak Ya Rabb, ada Engkau menemani ku.
Memang terkadang aku menyadari segala kemunafikan ku
Segala 'topeng' ku

Hanya kepada siapa lai bila tidak kepada Engkau,
Hamba memohon Kasih, Sayang abadi.

Menyesakkan menjalani ketentuan ini
Astaghfirullohaladzim
Tersadar kemudian,
Ini semua sungguh Menenangkan dan sebuah ketenangan abadi ku

Tiada Makhluk yang kumasukkan dalam hati ku
Adapun pernah tersalah memasukkan makhluk dalam hati ku,
Aku mohon maaf pada Mu ya Allah,

Keindahan bersama sepi ini
Ketenangan tanpa sesiapa,
Harapku biasa menjalani sisa usia ku ini dengan Sabar selalu menuju Mu

Ujian mungkin masi banyak lagi ya Allah,
Kuatkan iman ini,
Bila tersalah, sadarkan ku, cambuk aku ya Allah,

Banyak banget dosa dan kegelapan dalam hidup ku,
terutama telah memunafik kan apa yang aku tahu
Asataghfirullohaladzim ya Allah,

Rengkuh hamba ya Allah,
Hanya Engkau semata yang hamba inginkan.
Kuatkan Ya Allah,

Astaghfirullohaladzim
Astaghfirullohaladzim
Astaghfirullohaladzim

Senin, 25 Oktober 2010

Terimakasih

Terimakasih Umi
Terimakasih Abba
Terimakasih Mr. Senasib
Terimakasih Mr. Bintan

Terimakasih Semua


Ya Allah, berikan Keselamatan untuk semuanya,
Berikan Rezeki yang Barokah,




Amin,

Jumat, 22 Oktober 2010

Tentang Senasib

 Lucu banget kalau ingat kata 'senasib'



Hahaaa, wada wada saja sampean ki,
kalau aku inget kata2 itu
bener menghibur banget
aku ngga ngerasa sendiri hadapi masalah ini


Ya masalah yang ga jauh beda sama 'mr.senasib'


tapi ko mr. senasib bisa tenang gitu ya jalani masalahnya,
Slow....
dan keyakinan nya itu wah mantap
kalau dengar kisah nya dan harapannya,
Mr. senasib Yakin suatu saat dia gak jadi Susis lagi,

Tapi sisi lain juga dia sisipkan kepasrahan nya
tentang apa yang nanti terjadi itu lah yang terbaik,

Mr. senasib banyak kasi inspirasi dan motivasi,
walau dengan gaya Slow nya itu, dan 'datar' banget.









Masih tentang 'ketika'

Ketika Tidak Menjadi diri sendiri

Diam-
iya-
setuju-
Dan Maaf-
Hanya kata-kata itu yang terucap.

Masi seperti itu.
Masi begitu.

Menjalani dan menerima sesuatu dengan tidak sepenuhnya.

Bagaimanapun ini adalah usaha maksimal ku.
Sangat Maksimal.
Semoga suatu ketika Pertolongan yang hanya Milik-Nya hadir,
Untuk Hamba Nya yang sangat Hina dan penuh dosa ini.
Amin,