TR

TR

Jumat, 31 Desember 2010

Renungan 31 Desember 2010

Bismillahirrahmanirrahim

Kebesaran dan KeMahaanMu.

TAKDIR.

Semua telah Kau atur dan tentukan sedemikian indahnya, terkadang teramat sakit dilalui. Hanya hamba yakin ini lah takdir yang Kau telah berikan untuk hamba. Huuffhth
Alhamdulillahirabbilalamin ya Rabb,
Maafin hamba dikala menangisi perjalanan yang telah Kau atur, mohon ampun Mu ketika hamba berusaha menghibur diri hamba dengan jalan yang tersalah, bukan di jalanMu. Dosa-dosa  ini yang begitu banyak, tak kuasa hamba kelak menanggung siksaMu. Ampun ya Allah, hamba akan berusaha rela dengan segala yang telah Engkau tentukan kepada hamba. Ampuni hamba ya Allah dalam keluh kesah hamba.
Mengapa dunia begitu hebatnya membuat hamba seketika tidak istiqomah, membuat hamba tergoyah. Cukupkan hamba dengan RezeqiMu Ya Allah,

Melihat segala kekurangan diri ini. Merenungi segala kemunafikan diri ini. Hamba mohon Ya Allah dengan segala Pengampunan dan KasihMu, pertemukan hamba dengan lingkungan yang sholeh sholehah, agar hamba mampu menjalani kehidupan hamba dengan istiqomah, hamba tekadang tiada mampu bila lingkungan hamba tidak mendukung. Ya Rabb, hamba ingin dalam keistiqomahan  menuju Mu ya Allah, penuh menghamba kepadaMU. Hanya Engkau Ya Allah,

Hamba sangat hina dan kotor ya Rabb dihadapanMu.

Bagaimana dalam kematian hamba bila hamba masi terus dalam ketidak benaran, ketidak taatan di jalanMu, masih banyak yang belum hamba taati dari segala perintahMU. Ilmu-ilmu Mu belum hamba pahami dan laksanakan seutuhnya, jauh teramat sangat masih jauh.

Seperti apa sakit nya nanti siksa kubur, bahkan sakaratul mautku kelak ya Allah. Ya Allah Ya Rabb, Astaghfirullohaladzim,
Astaghfirullohaladzim,
Astaghfirullohaladzim,


Kamis, 09 Desember 2010

Engkau Semata

Ya Rabb Yang Maha Mengetahui segalanya,

Ya Rabb Yang Maha Pengampun dari segala dosa,

Ya Rabb,

Mohon Jalan terbaik,

Tunjukkan Jalan yang lurus dan Pertolongan Mu,

Mohon berikan kekuatan dalam menuju Mu,

Mohon Ketenangan dari Mu semata,

Ampun Ya Allah,

Amin Ya Rabbal alamin,

Sabtu, 20 November 2010

Netralkan

Netralkan Rasa, Hati dan Fikir.

Ngga berpihak ke sana gak berpihak kesini
Gak Suka dan gak Benci
Ngga Mikirin juga Ngga Nginget-nginget

Netral.
Biasa.
Ngga memperpautkan kepada apapun.

--nuju tunduh--

Rabu, 10 November 2010

Tidak untuk dicatat dan dibaca saja wahai diri

Biar tidak lupa, maka di catat!

Aqidah: Yang Membenarkan dengan keYAKIN an tanpa ada keraguan/kebimbangan seidkitpun.

Yang di YAKINi adalah perkara mendasar, maksud dari mendasar adalah pemikiran yang menyeluruh tentang Alam, manusia dan kehidupan.

Pemikiran yang menjawab atas pertanyaan mendasar manusia.

Apa saja pertanyaan mendasar itu?

Ada 3, yaitu:

1. Dari mana kita berasal?
2. Untuk apa kita diciptakan?
3. akan kemana nanti?

(Daurah -aduh tadi apa ya- lupa, 'maaf pak ustadz)

Semoga tidak hanya di catat dan di baca saja, (Amin ya Rabbal alamin)

Gimanapun

Bagaimanapun 
Apapun
Seperti apapun
Beginipun
Seperti itupun 

Ngga bisa terhapus kan

Sepuluh tahun nih
ya begitu tetap begitu

Meski pemikiran itu ke aku seperti itu dan bagaimanapun 

Ngga pernah bisa berubah




Pasti aku sudha sangat buruk dalam penilaian

Ya aku rasa aku jauh lebih buruk dari penilaian itu


Apapun itu akan tetap begitu


(nulis apa sih!!!)


Senin, 08 November 2010

Menerima dengan senang hati

Lapangkan dalam kesempitan
Kuatkan dalam kelemahan

Akan selalu senang , bahagia,

Terimakasih ya Allah,

Renungan Tanpa Logika

Renungan tanpa logika
Beginilah.................
(naon sih!)

Bisa kah aku menemuimu?
Sesaat tapi berkesan.
ingat satu kata dari kamu,
Begini dialog nya:
"Kamu lagi apa?"
aku jawab "lagi denger musik, kamu lagi apa"(ketika itu jam menunjukkan pukul 11.30 malam)
"Lagi ngaji" begitu lah jawab kamu
"jam segini kamu baca quran?"
"ngaji aja saya kayak gini, apalagi gak ngaji? :-)" --dan kamu tersenyum , gak kelihatan sebenrnya kamu senyum pa ngga, lha lewat telephone.

kalimat itu yang masi terus teringat di ingatan ku.

Dan kisah-kisah perjuangan hidup kamu.
Kamu sempat jadi tukang cuci motor,
Kamu merantau ke Ibu Kota demi bisa biayain adik-adik kamu.

Sikap rendah hati kamu, aku banyak belajar dari sikap kamu itu.
Malu banget kalau ketemu kamu.
Tau ngga aku waktu hari terakhir kita yang 'seharusnya' ketemu,

Aku saking Malu banget, aku sembunyi di belakang mobil - mobil yang parkir itu.
Aku lihat kamu lagi celingukan nyari-nyari sesuatu, entah mencari apa!
Tapi aku sengaja gak muncul di depan kamu
Aku malu banget.
Parah ya aku, maaf  in ya, bukannya aku ga mau ketemu kamu.
4 tahun yang lalu itu,
Yang seharusnya aku terakhir bertemu kamu, aku gak muncul,
Maaf ya, maafin,

Bisa ngga ya 4 tahun yang lalu itu di ulang kembali.
Aku gak akan sembunyi deh di belakang mobil yang lagi parkir.
Aku bakal temui kamu dan bilang
"c*nd**, aku banyak belajar kisah hidup dari kamu, perjuangan hidup kamu ngena banget, dan bisa buat aku jadi seperti ini, buat aku ngga semudah itu mundur menjalani ujian hidup, Makasih banget ya, kamu sekarang udah kerja? kamu kerja dimana? udah nikah? anak kamu berapa? semoga kamu baik-baik aja, makasiiiih banget ya,"

Hhhhhhhhhhhhhhhhhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaayyyyyyyyyyyyyyyyyy
Kamu!
Semoga bisa bertemu kamu (Amin ya Rabbalalamin), dan mendengar kembali kisah-kisah kamu yang buat aku terus berjuang menghadapi perjuangan HIDUP kaya' kamu. yyyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaak!!!





Kamis, 28 Oktober 2010

Topeng dan Kemunafikan

Astaghfirullohaladzim,
Astaghfirullohaladzim,
Astaghfirullohaladzim,


Saat ku kenakan Topeng ku,
Mana ada yang tau 'aku mengenakan topeng'
Yang tahu hanyalah diriku, Malaikat dan Allah,

Topeng alim, Topeng ketaatan
Owh hebat nya aku mengenakan topeng topeng itu
Mereka akan menganggap aku memang seperti itu
(Padahal itu kan Topeng!),

Sungguh sebenarnya tidak sedemikian itu,
Kemunafikan lah diri ini
Hanya suatu kepura-puraan di hadapan Makhluk
Sesuatu yang dibenci oleh Allah,
'Kemunafikan'
Mengetahui namun tiada di amalkan
Diamalkan hanya untuk dilihat makhluk

Saat ini berusaha ku lepas topeng-topeg kemunafikan ini
dalam Taubat ku
Meski sesungguhnya sangat Malu pada Allah
Teramat sangat malu,

Namun dalam renungku,
Tak cukup dengan Malu, tapi tanpa pembuktian
Pembuktian untuk melepas topeng dan menjadi apa adanya.

Bukan suatu kemunafikan.
Sudah hentikan berkata bila tidak dilakukan
Berhentilah dalam berbicara ketika apa yang disampaikan tak ku amalkan.
Tak usahlah berkata bila yang dikatakan berlawanan dengan yang dilakukan
Apakah itu kalau bukan MUNAFIK dan mengenakan Topeng.

Begini adanya,
Buruk kah penilaian kamu sebagai makhluk.
Biarlah, ini lah aku denga segala kekurangan dan ketidak benaran

Aku disini yang sedang berusaha melepas kan topeng

Semoga Allah menguatkan dan meneguhkan dalam tiap Taubat












Rabu, 27 Oktober 2010

Cukupkan Engkau bagiku

Aku Yakin Allah menuntun ku dalam setiap ketentuan Nya.
Ya Allah, aku lemah,
Perkuat aku ya Allah dengan iman
Aku berusaha untuk terus sabar,
janji Mu itu pasti
Janji terhadap orang-orang yang bersabar.
Aku akan bersabar menjalani ketentuan Mu.

Entah kapan buah dari kesabaran itu akan ada.
Aku akan terus bersabar.
Menanti keindahan itu.
Indah bersama Mu.
Hanya itu yang aku harapkan.
Biarlah kebersamaan dengan makhluk begitu saja terlalui tanpa keindahan.
Biarlah ya Allah,

Kebersamaan dengan Mu, sulit untuk hamba raih.
Astaghfirullohaladzim,
Ampuni hamba ya Allah,
Takut, hamba takut dengan dosa-dosa yang telah hamba lakukan,
Bagaimana hamba bisa menebusnya ya Allah,

Hamba takut siksa neraka-Mu
Hamba tak kuasa ya Allah saat pengadilan Mu nanti hadir
Tak kuasa hamba menjalani semua Peradilan itu.
Kuatkan dan teguhkan Taubat hamba.

Tuntun hamba bersama hamba Mu yang sholeh ya Allah,
Cambuk hamba ketika terlupa.
kebodohan dari diri ini.
Astaghfirullohaladzim,
Ampun ya Rabb,
Ampun,

Mohon Terangi hamba ya Allah,
Tuntun hamba
Hamba mohon kuatkan hamba, hamba mohon,
Beri petunjuk dalam kegelapan,
Amin ya Rabbal alamin,
Alhamdulillahirabbilalamin,
---------------------------
Cukupkan ku hanya engkau
Tak terkecuali hanya Engkau
---------------------------

Selasa, 26 Oktober 2010

Menyesakkan namun Menenangkan

Pagi tadi merenung.
Ya Allah, sepi, seperti hidup hanya sendiri

Ah tapi tidak Ya Rabb, ada Engkau menemani ku.
Memang terkadang aku menyadari segala kemunafikan ku
Segala 'topeng' ku

Hanya kepada siapa lai bila tidak kepada Engkau,
Hamba memohon Kasih, Sayang abadi.

Menyesakkan menjalani ketentuan ini
Astaghfirullohaladzim
Tersadar kemudian,
Ini semua sungguh Menenangkan dan sebuah ketenangan abadi ku

Tiada Makhluk yang kumasukkan dalam hati ku
Adapun pernah tersalah memasukkan makhluk dalam hati ku,
Aku mohon maaf pada Mu ya Allah,

Keindahan bersama sepi ini
Ketenangan tanpa sesiapa,
Harapku biasa menjalani sisa usia ku ini dengan Sabar selalu menuju Mu

Ujian mungkin masi banyak lagi ya Allah,
Kuatkan iman ini,
Bila tersalah, sadarkan ku, cambuk aku ya Allah,

Banyak banget dosa dan kegelapan dalam hidup ku,
terutama telah memunafik kan apa yang aku tahu
Asataghfirullohaladzim ya Allah,

Rengkuh hamba ya Allah,
Hanya Engkau semata yang hamba inginkan.
Kuatkan Ya Allah,

Astaghfirullohaladzim
Astaghfirullohaladzim
Astaghfirullohaladzim

Senin, 25 Oktober 2010

Terimakasih

Terimakasih Umi
Terimakasih Abba
Terimakasih Mr. Senasib
Terimakasih Mr. Bintan

Terimakasih Semua


Ya Allah, berikan Keselamatan untuk semuanya,
Berikan Rezeki yang Barokah,




Amin,

Jumat, 22 Oktober 2010

Tentang Senasib

 Lucu banget kalau ingat kata 'senasib'



Hahaaa, wada wada saja sampean ki,
kalau aku inget kata2 itu
bener menghibur banget
aku ngga ngerasa sendiri hadapi masalah ini


Ya masalah yang ga jauh beda sama 'mr.senasib'


tapi ko mr. senasib bisa tenang gitu ya jalani masalahnya,
Slow....
dan keyakinan nya itu wah mantap
kalau dengar kisah nya dan harapannya,
Mr. senasib Yakin suatu saat dia gak jadi Susis lagi,

Tapi sisi lain juga dia sisipkan kepasrahan nya
tentang apa yang nanti terjadi itu lah yang terbaik,

Mr. senasib banyak kasi inspirasi dan motivasi,
walau dengan gaya Slow nya itu, dan 'datar' banget.









Masih tentang 'ketika'

Ketika Tidak Menjadi diri sendiri

Diam-
iya-
setuju-
Dan Maaf-
Hanya kata-kata itu yang terucap.

Masi seperti itu.
Masi begitu.

Menjalani dan menerima sesuatu dengan tidak sepenuhnya.

Bagaimanapun ini adalah usaha maksimal ku.
Sangat Maksimal.
Semoga suatu ketika Pertolongan yang hanya Milik-Nya hadir,
Untuk Hamba Nya yang sangat Hina dan penuh dosa ini.
Amin,